Menjaga Harapan dari Pantai Serang

Kolaborasi PLN Nusantara Power dan Relawan Selamatkan Generasi Penyu Indonesia

Reporter : Tudji Martudji
Di Pantai Serang Blitar, PLN Nusantara Power dan Relawan selamatkan generasi Penyu Indonesia (IN/PHOTO: HUMAS)

JAKARTA, iNFONews.ID – Di sepanjang pesisir Pantai Serang, Kabupaten Blitar, jejak-jejak kecil penyu yang baru menetas perlahan menuju lautan menjadi pemandangan yang selalu dinantikan para relawan Konservasi Penyu Segoro Lestari. Bagi mereka, setiap tukik yang berhasil kembali ke habitatnya adalah simbol harapan bagi masa depan ekosistem laut Indonesia.

Namun, menjaga harapan itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Ancaman kerusakan habitat, predator alami, perubahan iklim, hingga aktivitas manusia masih menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap musim bertelur. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan upaya pelestarian satwa laut yang dilindungi tersebut.

Komitmen itulah yang diwujudkan PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Brantas dengan mendukung pengembangan kawasan Konservasi Penyu Segoro Lestari di Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Dukungan yang telah diberikan sejak Agustus 2024 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meliputi pembangunan fasilitas konservasi berupa pagar kawasan, bak inkubasi telur penyu, kolam karantina tukik, tribun edukasi, rumah singgah, hingga sarana penunjang edukasi seperti proyektor, speaker, telepon genggam, dan perlengkapan kegiatan konservasi. PLN NP juga memberikan pelatihan ecobatik untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Pada Senin (22/6), PLN NP UP Brantas kembali menyerahkan secara simbolis sejumlah sarana konservasi kepada Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari. Bantuan tersebut meliputi peremajaan area konservasi, pembangunan bak inkubasi telur baru, serta perangkat audio yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung.

Bagi para relawan, tambahan fasilitas ini memiliki arti yang sangat penting. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah telur penyu yang berhasil diamankan terus meningkat sehingga kapasitas fasilitas inkubasi yang tersedia sebelumnya mulai terbatas. Kehadiran bak inkubasi baru diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan penetasan sekaligus memperbesar peluang lebih banyak tukik kembali ke laut.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan bahwa konservasi penyu merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

“Setiap tukik yang berhasil menetas dan kembali ke laut membawa harapan bagi keberlangsungan ekosistem pesisir kita. Karena itu, PLN Nusantara Power tidak hanya ingin hadir sebagai perusahaan penyedia energi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi bersama komunitas dan masyarakat lokal, kami ingin memastikan bahwa warisan alam Indonesia tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Ruly.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat para relawan yang setiap hari menjaga telur-telur penyu, memantau proses penetasan, hingga memberikan edukasi kepada pengunjung yang datang ke kawasan konservasi.

Ketua Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari, Sardi, mengaku dukungan PLN NP memberikan energi baru bagi para relawan dalam menjalankan misi pelestarian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan kepada kelompok konservasi. Bantuan ini sangat membantu kami dalam menghadapi musim penyu bertelur yang saat ini sedang berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Humas dan Publikasi Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari, Impron Rosadi, menjelaskan bahwa konservasi yang mereka lakukan tidak hanya berfokus pada penyelamatan telur penyu dan pelepasliaran tukik, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

“Setiap tahun kami menerima kunjungan dari pelajar, mahasiswa, komunitas hingga wisatawan yang ingin belajar tentang konservasi penyu. Bantuan perangkat audio ini akan sangat membantu kami dalam menyampaikan materi edukasi kepada pengunjung sehingga informasi yang diberikan dapat diterima dengan lebih baik. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga penyu dan ekosistem pesisir sebagai bagian dari warisan alam yang harus dilestarikan bersama,” tuturnya.

Semangat pelestarian tersebut juga tercermin dalam kegiatan pelepasan tukik yang digelar PLN NP UP Brantas bersama Konservasi Penyu Segoro Lestari pada Agustus tahun lalu. Sebelum pelepasan dilakukan, para peserta mengikuti sesi “Turtle Talk” yang memperkenalkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut serta peran penyu dalam menjaga kesehatan lingkungan pesisir.

Komitmen PLN Nusantara Power terhadap konservasi penyu juga telah berlangsung di berbagai wilayah lain. Melalui UP Pacitan, perusahaan secara konsisten mendukung program konservasi penyu sejak tahun 2016 di Pantai Taman, Pantai Kili-Kili, dan Pantai Pancer bersama kelompok binaan dan komunitas lokal.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, PLN Nusantara Power berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Sebab, menjaga penyu sejatinya bukan hanya menyelamatkan satu spesies, melainkan menjaga keseimbangan ekosistem laut serta mewariskan alam yang lebih baik bagi masa depan Indonesia. (*)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru