SURABAYA, iNFONews.ID - Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, diumumkan, berikut hasilnya. Rektor Unair Prof Muhammad Madyan, menyebut hasil seleksi tahun ini menjadi gambaran masih tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan, termasuk di Unair Surabaya.
Prof. Madyan mengatakan pengumuman SNBT 2026 bukan hanya menjadi momentum penting bagi universitas, tetapi juga bagi puluhan ribu calon mahasiswa dari seluruh Indonesia yang tengah menapaki masa depan di perguruan tinggi.
“Tahun ini Universitas Airlangga Surabaya membuka kesempatan bagi 2.771 mahasiswa baru melalui jalur SNBT yang tersebar di 62 program studi,” ujar Prof Madyan, Senin (25/5/2026).
Kuota tersebut diperebutkan oleh 69.620 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Artinya, tingkat keketatan seleksi di Unair tahun ini berada di kisaran 4 persen. Artinya, dari setiap 100 pendaftar, hanya sekitar empat orang yang berhasil lolos.
"Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa Universitas Airlangga masih menjadi salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia," tambahnya.
Untuk tren pemilihan program studi tahun ini juga menunjukkan perubahan orientasi calon mahasiswa terhadap pendidikan yang dipercaya memiliki prospek dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Dari total mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNBT, komposisi pendaftar perempuan masih mendominasi. Jumlah mahasiswi tercatat mencapai 64,42 persen dari keseluruhan peserta yang diterima.
“Komposisi ini menunjukkan partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi semakin besar dan kompetitif,” kata Madyan.
Ditambahkan, minat terhadap program vokasi juga meningkat signifikan. Bahkan, tingkat keketatan sejumlah program vokasi tercatat lebih tinggi dibandingkan program sarjana.
Di kelompok program sarjana, sebagian besar mahasiswa diterima melalui pilihan pertama. Sebanyak 1.258 peserta atau sekitar 60,9 persen diterima di program studi pilihan utama. Sementara sisanya diterima melalui pilihan kedua dan ketiga.
Berbeda dengan program vokasi. Mayoritas mahasiswa justru diterima dari pilihan terakhir atau pilihan alternatif yang mereka pilih. Artinya, semakin tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang dianggap lebih aplikatif dan cepat terserap di dunia kerja.
*Kedokteran, Program Studi Terketat Persaingannya
Program Studi Kedokteran masih menjadi jurusan paling kompetitif di Universitas Airlangga pada SNBT 2026. Sebanyak 2.893 peserta memperebutkan hanya 90 kursi yang tersedia. Tingkat keketatannya mencapai sekitar 3,11 persen.
Selain Kedokteran, sejumlah program studi lain juga memiliki tingkat persaingan tinggi, di antaranya Teknologi Sains Data, Psikologi, Kedokteran Gigi, Teknik Industri, Ilmu Komunikasi, Teknik Biomedis, Manajemen, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, serta Hubungan Internasional.
Di kelompok vokasi, persaingan juga lebih ketat. Program D3 Keperawatan menjadi program studi dengan tingkat seleksi tertinggi. Sebanyak 5.216 peserta bersaing untuk memperebutkan 60 kursi, dengan tingkat keketatan hanya 1,15 persen.
Program vokasi lain yang juga diminati adalah D4 Akuntansi Bisnis Digital, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fisioterapi, Teknologi Laboratorium Medik, Teknologi Radiologi Pencitraan, dan Teknologi Kesehatan Gigi.
Grafis dari peserta tes, rerata nilai peserta yang diterima pada masing-masing program studi juga disampaikan. Untuk jenjang sarjana, Fakultas Kedokteran masih menjadi program studi dengan rerata nilai tertinggi, yakni 730,46. Disusul, jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan dengan rerata nilai 690,79, berikutnya Teknik Biomedis sebesar 687,69.
Program studi lain yang masuk daftar rerata nilai tertinggi antara lain Teknik Industri, Kedokteran Gigi, Farmasi, Teknologi Sains Data, Statistika, Sistem Informasi, dan Teknik Lingkungan.
Untuk jenjang vokasi, program studi dengan rerata nilai tertinggi adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan nilai 694,57. Disusul Teknik Instrumentasi dengan nilai 694,35 dan D4 Teknologi Laboratorium Medik.
*Mahasiswa Baru Didominasi Jawa Timur
Dari sisi asal daerah, sebutnya mahasiswa baru UNAIR masih didominasi peserta asal Jawa Timur. Sebanyak 1.546 mahasiswa atau sekitar 55,79 persen berasal dari provinsi tersebut.
Madyan merincikan pilihan asal daerah dari Jawa Barat menjadi penyumbang mahasiswa terbanyak kedua dengan 279 peserta, disusul Jawa Tengah sebanyak 239 peserta.
"Dominasi pendaftar dari Jawa Timur masih sangat kuat karena faktor kedekatan geografis dan reputasi Universitas Airlangga sebagai salah satu kampus unggulan di kawasan timur Indonesia," katanya.
Meski demikian, mahasiswa baru Universitas Airlangga tahun ini tersebar berasal dari 32 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Ini menunjukkan jangkauan dan reputasi Universitas Airlangga yang semakin luas di tingkat nasional.
“Meskipun berada di Surabaya, Universitas Airlangga tetap menjadi salah satu universitas tujuan nasional. Mahasiswanya datang dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Jalur Mandiri Masih Dibuka
Prof Madyan selain mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lolos SNBT 2026 di Universitas Airlangga. Ia juga memberi semangat kepada peserta yang belum berhasil karena masih tersedia sejumlah jalur seleksi mandiri. Yakni, melalui Jalur Mandiri Prestasi, Mandiri Reguler melalui ujian tulis, serta Jalur Kemitraan dan Afirmasi.
“Kami berharap seluruh proses penerimaan mahasiswa baru ini dapat melahirkan generasi unggul yang akan berkontribusi bagi Indonesia di masa depan,” tutupnya. (*)
Editor : Tudji Martudji