Lomba Pioneering Nurul Jadid Bangun Mental Tangguh dan Solidaritas Santri

Reporter : Alim Kusuma
Lomba pioneering di Ponpes Nurul Jadid menjadi sarana membangun solidaritas, kepemimpinan, dan daya pikir santri. INPhoto/Ponpes Nurul Jadid

PROBOLINGGO, iNFONews.ID - Lapangan utama Pondok Pesantren Nurul Jadid berubah menjadi arena adu strategi dan kekompakan. Ratusan santri terlibat dalam perlombaan pioneering atau tali-temali yang menguji kemampuan komunikasi, ketelitian, dan ketahanan mental setiap regu.

Bambu dan tali menjadi alat utama dalam kompetisi tersebut. Dalam waktu terbatas, tiap kelompok ditantang membangun konstruksi mini seperti menara pandang hingga tiang bendera dengan teknik simpul yang presisi.

Baca juga: Santri di Zaman yang Tak Lagi Sunyi Seperti Dulu

Suasana kompetisi berlangsung dinamis. Para santri tampak saling berbagi peran untuk mempercepat pengerjaan. Ada yang bertugas menyusun rangka, sementara anggota lain memastikan ikatan tali tetap kuat dan seimbang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kepanduan dan ekstrakurikuler pesantren. Selain melatih keterampilan lapangan, lomba pioneering juga dirancang untuk memperkuat karakter santri agar terbiasa bekerja dalam tim dan mampu mengambil keputusan cepat saat menghadapi tantangan.

Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid menyebut pendidikan karakter tidak cukup dilakukan di ruang kelas. Menurutnya, aktivitas lapangan memberi pengalaman langsung tentang disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

“Santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik membangun kerja sama dan menyelesaikan persoalan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterampilan pioneering memiliki manfaat penting dalam dunia kepanduan karena melatih kreativitas memanfaatkan alat sederhana menjadi bangunan yang fungsional dan kokoh.

Baca juga: Adab Santri vs Framing Media, Begini Alasan Ribuan Santri Jatim Protes Keras Tayangan Pelecehan Xpose Uncensored

Sepanjang perlombaan, sorak dukungan dari peserta lain membuat suasana semakin semarak. Meski berlangsung kompetitif, hubungan antarsantri tetap terjaga hangat dengan semangat ukhuwah islamiyah.

Tim juri memberikan penilaian dari berbagai aspek, mulai ketepatan teknik simpul, kekuatan bangunan, kerapian konstruksi, hingga koordinasi antaranggota regu. Faktor komunikasi menjadi salah satu penentu utama keberhasilan peserta.

Ketua panitia pelaksana mengatakan lomba pioneering rutin digelar karena selalu mendapat antusias tinggi dari para santri. Kegiatan tersebut dinilai efektif membentuk mental tangguh sekaligus mempererat hubungan antarpeserta.

Baca juga: Kisah Inspiratif Afiqah, Siswi SD yang Berperan Aktif dalam HPSN

“Filosofi tali dan simpul mengajarkan bahwa kekuatan dibangun dari kebersamaan. Itu yang ingin ditanamkan kepada santri,” katanya.

Bagi para peserta, tantangan terbesar bukan hanya menyelesaikan bangunan tepat waktu, melainkan menjaga fokus dan menyatukan ritme kerja kelompok di tengah tekanan lomba.

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi teknik dari pembina pramuka dan pengumuman pemenang. Lewat ajang tersebut, Pondok Pesantren Nurul Jadid terus memperkuat pembinaan santri agar memiliki kecakapan sosial, mental disiplin, serta keterampilan praktis yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru