SURABAYA, iNFONews.ID – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengukuhkan 1.470 wisudawan dari tujuh fakultas dalam prosesi wisuda ke-132 yang berlangsung pada 14–15 Februari 2026.
Mengusung tema besar "Akar Lokal, Kontribusi Global", kampus merah putih ini membekali lulusannya agar tetap berpijak pada identitas kebangsaan meski berkarier di panggung internasional.
Baca juga: Utang Meroket Tapi Kemiskinan Lambat Turun, Ini Temuan Mahasiswa Untag Surabaya
Jumlah lulusan tersebut terbagi dalam dua hari pelaksanaan. Sebanyak 729 wisudawan dari rumpun sosial, hukum, dan informatika dikukuhkan pada hari pertama. Sementara 741 wisudawan dari Fakultas Teknik, Ilmu Budaya, serta Ekonomi dan Bisnis menyusul pada hari kedua.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, menyatakan bahwa filosofi "Akar Lokal" bukan sekadar slogan, melainkan fondasi karakter.
Menurutnya, mahasiswa sejak awal didorong mencintai identitas daerah agar saat terjun ke masyarakat, mereka membawa solusi yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan.
"Kami ingin lulusan Untag memiliki integritas tinggi. Bekal kompetensi global yang mereka punya harus menjadi alat untuk memecahkan persoalan di masyarakat maupun peradaban dunia," ujar Harjo saat memberikan sambutan di hadapan para wisudawan.
Senada dengan itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, mengingatkan para sarjana baru ini untuk segera memberikan dampak nyata. Ia meminta lulusan tidak ragu bersaing di luar negeri dengan tetap membawa nilai-nilai luhur bangsa.
Baca juga: Untag Surabaya Raih Rekor MURI Komik AI Bertema Patriotisme
Berbeda dengan seremoni akademik biasa, wisuda kali ini memamerkan sejumlah karya inovatif yang lahir dari riset mahasiswa.
Beberapa karya yang mencuri perhatian antara lain alat pendeteksi kualitas air minum ciptaan Aditya Vahresi Ramadhan serta inovasi alat pemisah dan pemanas padi hasil pengembangan Nur Ahmad Justine Ivana. Alat ini dirancang khusus untuk membantu petani menjaga kualitas panen saat musim hujan tiba.
Dari sisi kebijakan publik, Mahardhika Harilinawan turut mendapat apresiasi melalui riset mendalamnya mengenai dampak korupsi dan utang luar negeri terhadap angka kemiskinan di Indonesia.
Baca juga: Pesan Filosofi Bangun Negeri di Dies Natalis Untag Surabaya ke-67, Pandawa Mbangun Ngamarta
Inspirasi bagi para lulusan juga datang dari Hanny Chandra Pratama, Ph.D., alumnus Arsitektur Untag yang kini sukses berkarier sebagai dosen di King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang, Thailand. Dalam orasinya, Hanny berbagi resep sukses menembus pasar kerja global.
"Kegagalan itu bagian dari pembentukan mental. Jangan biarkan mimpi hanya mengambang di awan, kejar dan wujudkan dengan aksi nyata," tegas Hanny.
Selain prestasi mahasiswa, Untag juga memberikan penghargaan bagi dosen produktif, yakni Dr. Isrida Yul Arifiana dan Ardy Januantoro. Keduanya dinilai berhasil meraih berbagai hibah penelitian nasional dan menghasilkan karya hak cipta sepanjang tahun 2025.
Editor : Alim Kusuma