JAKARTA, iNFONews.ID – Volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan China yang menyentuh angka USD 135 miliar pada 2024 memicu percepatan integrasi di sektor pengiriman.
Merespons tren ini, J&T Express mulai memperluas jangkauan kolaborasi strategis guna memperkokoh ekosistem logistik dan e-commerce di Tanah Air.
Baca juga: Efisiensi Bongkar Muat Pacu Arus Peti Kemas TPK Bagendang Naik 4 Persen
Langkah ini direalisasikan melalui program industry visit and conference yang mempertemukan para pemain industri besar dari Negeri Tirai Bambu dengan pelaku pasar lokal.
Melalui dukungan China Apparel Logistics Association (CFLP), inisiatif ini bertujuan menyelaraskan standar pengiriman internasional dengan kebutuhan pasar domestik yang terus berkembang.
Komisaris J&T Express, Iwan Senjaya, menyatakan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan daya saing Indonesia di peta ekonomi global.
Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai infrastruktur lokal menjadi kunci bagi perusahaan internasional yang ingin berekspansi ke Indonesia.
"Dunia mulai melirik Indonesia sebagai poros utama pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Kami mengoptimalkan jaringan luas yang kami miliki untuk menyediakan solusi distribusi yang lebih tangguh, sekaligus menjadi jembatan bagi perusahaan berskala global untuk masuk ke pasar nasional," ujar Iwan.
Integrasi Rantai Pasok Lintas Negara Upaya mempererat hubungan dagang ini juga mendapat respons positif dari Sekretaris Jenderal China Apparel Logistics Association (CFLP), Shi Wei.
Ia menilai pesatnya digitalisasi di Indonesia menciptakan ruang kolaborasi yang saling menguntungkan, terutama dalam hal efisiensi distribusi barang.
"Kami melihat ada peluang besar untuk tumbuh bersama melalui kerja sama yang konkret. Sektor logistik dan e-commerce di kedua negara sedang berada pada titik pertumbuhan yang sangat dinamis, sehingga sinergi ini akan memudahkan ekspansi bisnis di kawasan regional," tutur Shi Wei.
CFLP sendiri merupakan induk organisasi yang menaungi perusahaan-perusahaan besar di sektor fesyen, kecantikan, hingga tekstil rumah tangga di China.
Kehadiran perwakilan mereka di Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa arus barang lintas negara akan semakin intensif di masa depan.
Meninjau Kesiapan Infrastruktur Lapangan Dalam rangkaian agenda tersebut, sejumlah raksasa industri asal China seperti Mercury Home Textiles, Bosideng, hingga Xtep, meninjau langsung kesiapan operasional J&T Express.
Mereka melihat langsung proses kerja di titik pengumpulan (drop point) hingga teknologi pemilahan otomatis di pusat sortir (sorting center).
Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran nyata bagi calon mitra global mengenai kematangan sistem logistik Indonesia.
J&T Express memposisikan teknologi cerdasnya sebagai tulang punggung yang menjamin efisiensi pengiriman, sehingga produk-produk e-commerce dapat menjangkau konsumen lebih cepat dan aman.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital nasional. Dengan konektivitas yang lebih lancar antara Indonesia dan China, pelaku usaha lokal pun berpeluang lebih besar untuk terlibat dalam rantai pasok global yang lebih efisien.
Editor : Alim Kusuma