SURABAYA, iNFONews.ID - Latihan renang ponco kembali menjadi menu wajib bagi prajurit Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar).
Bukan sekadar rutinitas fisik, latihan ini menguji kesiapan prajurit menghadapi medan operasi perairan yang kerap menuntut ketahanan, ketepatan, dan kemampuan bertahan hidup dalam kondisi darurat.
Baca juga: Awali Masa Dinas, Danbrigif 2 Marinir Kobarkan Semangat Juang dan Prestasi Prajurit
Latihan tersebut digelar di Kolam Uji Kedap Kesatrian Marinir Soepraptono, Ujung, Surabaya, Selasa (13/1/2026), sebagai bagian dari Latihan Perorangan Dasar Triwulan I Tahun Anggaran 2026.
Seluruh prajurit menjalani simulasi berenang dengan perlengkapan tempur lengkap yang dikemas dalam ponco, mulai dari pakaian dinas lapangan, sepatu, helm, hingga ransel.
Sebagai satuan matra laut, prajurit Marinir dituntut mampu bergerak efektif di wilayah perairan. Renang ponco menjadi keterampilan krusial karena mensimulasikan kondisi riil saat prajurit harus menyeberangi laut, sungai, atau rawa dengan beban penuh. Latihan ini juga melatih efisiensi gerak, pengelolaan napas, serta daya tahan fisik di air.
Komandan Yonranratfib 2 Marinir, Letkol Marinir Arif Wahyudi, M.Tr.Opsla., menyatakan bahwa kemampuan dasar semacam ini tidak bisa dibangun secara instan.
Baca juga: Banyak Kejutan Dan Atraksi Prajurit Jelang Perayaan HUT Ke-80 Korps Marinir
Menurut dia, latihan renang ponco menjadi bagian dari pembinaan satuan agar prajurit siap menghadapi medan operasi yang didominasi unsur perairan.
“Latihan ini merupakan pembinaan satuan melalui metode renang ponco yang dapat diterapkan saat penugasan. Seluruh prajurit harus mampu mengaktualisasikan hasil latihan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan,” kata Arif.
Baca juga: Prajurit Baret Ungu Laksanakan Gladi Upacara Peringatan HUT Ke 80 Korps Marinir Tahun 2025
Di lapangan, latihan berlangsung bertahap dan terukur. Setiap prajurit diawasi instruktur untuk memastikan teknik berenang, pengamanan perlengkapan, serta respons saat menghadapi simulasi kelelahan di air. Pendekatan ini bertujuan membangun naluri bertahan hidup sekaligus disiplin operasional.
Melalui latihan yang digelar secara berkesinambungan, Yonranratfib 2 Marinir menyiapkan prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga adaptif terhadap situasi ekstrem.
Kemampuan dasar inilah yang menjadi fondasi kesiapan tempur prajurit amfibi dalam menjawab tantangan tugas ke depan.
Editor : Alim Kusuma