JAKARTA, iNFONews.ID – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan Polda Jawa Timur (Jatim) bersama seluruh pemangku kepentingan telah siap menghadapi pengamanan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kesiapan ini mencakup survei lapangan intensif dan rapat koordinasi lintas instansi, meskipun Polri dan bangsa Indonesia tengah berduka atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyampaikan penegasan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur.
Baca juga: Lawan Premanisme, Pemprov Jatim Terbitkan Kepgub Satgas Terpadu Jelang Nataru
Ia menekankan bahwa kondisi duka tidak mengurangi komitmen untuk menjaga keamanan dan kelancaran selama momen perayaan.
“Saya hadir di sini memastikan bahwa Polda Jawa Timur dengan stakeholder sudah siap, baik dari sisi survei maupun rapat koordinasi. Walaupun kita sedang berduka atas bencana yang terjadi di beberapa daerah, Polri dan stakeholder tetap harus mempersiapkan pengamanan Natal dan Tahun Baru secara maksimal,” ujarnya.
Untuk memastikan cakupan keamanan yang komprehensif, Korlantas Polri telah membagi skema pengamanan Nataru ke dalam empat klaster utama. Setiap klaster memiliki fokus khusus sesuai dengan potensi tantangan yang mungkin muncul.
Klaster pertama difokuskan pada jalan tol dan jalan arteri yang diprediksi mengalami lonjakan arus kendaraan.
Baca juga: Wagub Emil: Fokus Pemerintah Pada Keamanan dan Keselamatan Masyarakat
Skenario penanganan telah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan, termasuk langkah-langkah fleksibel yang akan diambil sesuai kondisi lapangan.
“Isunya tentu ada kenaikan arus, tetapi skenario cara bertindak sudah disiapkan. Apakah nanti dilakukan alih arus, contraflow, maupun one way. Penilaian situasi akan dilakukan oleh para Dirlantas dan Kapolres di lapangan,” jelas Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Klaster kedua menargetkan lokasi penyeberangan dan pelabuhan. Rencana survei jalur darat bersama Menteri Perhubungan dari Surabaya hingga Banyuwangi juga akan dilakukan, dengan fokus utama pada manajemen penyeberangan lintasan vital Gilimanuk–Ketapang.
Sementara itu, klaster ketiga berfokus pada pengamanan tempat ibadah selama perayaan Natal serta lokasi kegiatan malam pergantian Tahun Baru.
Pola pengamanan akan diatur sedemikian rupa agar seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas masyarakat berjalan aman dan tertib.
Klaster terakhir difokuskan pada kawasan wisata di Jawa Timur yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung, seperti Batu dan Malang.
Baca juga: Gubernur Khofifah: Pos Layanan dan Pengamanan Siap Berikan Layanan Terbaik
Persiapan telah dilakukan pada jalur akses dan area wisata itu sendiri untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
“Seluruh strategi pengamanan klaster ini telah tuntas dibahas dalam rapat koordinasi tingkat pusat yang dipimpin langsung oleh Kapolri di Mabes Polri,” tambahnya.
Irjen Pol Agus Suryonugroho berharap, dengan kesiapan optimal yang telah disiapkan, masyarakat dapat menjalani momen Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman, serta arus lalu lintas selama periode Nataru dapat berjalan lancar tanpa hambatan signifikan.
Editor : Alim Kusuma