JAKARTA, INFONews.ID - Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 4.8 pada Rabu, (5/11/2025), pukul 17.37 WIB, berlokasi di 3.33 Lintang Utara dan 117.82 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 24 kilometer tenggara Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, seperti dilansir Pusdatin KK/BNPB/Dis.02.01/XI/2025
Baca juga: Total Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor Sumatera 1.016 Jiwa
Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.Guncangan gempa dirasakan cukup kuat selama kurang lebih lima detik di Kota Tarakan, khususnya di Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Rejo, dan Kelurahan Mamburungan.
Getaran menyebabkan sebagian masyarakat yang berada di pusat perbelanjaan merasakan guncangan dengan jelas dan berhamburan keluar dari gedung untuk menyelamatkan diri.
Hingga saat ini, BPBD Kota Tarakan masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan.
Baca juga: Bantuan Logistik BNPB Via Jalur Udara, Kembali Tiba Untuk Warga Aceh Tengah
"Laporan sementara menyebutkan terdapat dua unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang, serta tiga pusat perbelanjaan yang terdampak. Selain itu, satu fasilitas kesehatan di RS Yusuf SK dan satu fasilitas umum di Bandara Juwata Tarakan mengalami dampak akibat guncangan gempa," tulis Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam rilis yang dikirim.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kota Tarakan melakukan monitoring pascagempa dan berkoordinasi dengan BMKG Kota Tarakan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, serta instansi terkait guna mempercepat proses pendataan dan penilaian kerusakan.
Baca juga: Bahaya: Jika Pejabat Ucap Dulu, Berpikir Kemudian
Sementara itu, pasien di RS Yusuf SK masih berada di luar gedung guna menghindari potensi bahaya jika terjadi gempa susulan. Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dan, minta menghindari bangunan yang retak atau rusak dan memastikan tempat tinggalnya aman sebelum kembali ke dalam rumah.
BNPB juga mendorong masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB terkait perkembangan situasi. (*)
Editor : Tudji Martudji