SURABAYA, INFONews.ID - Masyarakat Surabaya dan Jawa Timur kembali bisa menikmati gelaran Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) Volume III, di Fairway Ninemall Surabaya Barat, mulai Jumat hingga Minggu, 31 Oktober hingga 2 November 2025.
Baca juga: JETE Run 2024, Berlari Sambil Nikmati Pesona Alam Surabaya Barat
Gelaran ini, selain untuk mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah/Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMK/UMKM) di Jawa Timur naik kelas, juga kembali memberikan peluang para pelaku usaha kecil menaikkan omset produksi dan penjualan.
Ketua Penyelenggara JSEF, Heru Satriyo mengatakan, di pameran bertema "The Biggest Premium Etalase UMK/UMKM Jawa Timur Menuju Gerbang Nusantara Baru" yang kali ini digelar di lantai G Fairway Ninemall tersebut, diikuti sebanyak 85 stand disediakan secara gratis.
"Stand yang kita siapkan gratis namun semua boot dan fasilitasnya disediakan lengkap, tidak asal-asalan," kata Heru Satriyo, Jumat (31/10/2025).
Heru menyebut, pameran yang digelar sifatnya syiar dengan tujuan untuk mengangkat para pelaku UMK/UMKM agar bisa naik kelas melalui pameran-pameran gratis.
"Kolaborasi positif ya seperti ini, dari OPD Pemrov ikut berbayar, akhirnya teman-teman pelaku usaha, kita bisa mengangkat pelaku usaha UMK/UMKM ikut gratis dengan fasilitas tersebut tetap maksimal," urai Heru usai membuka pameran UMK/UMKM dalam rangka peringatan HUT ke 80 Pemprov Jatim tersebut.
Selain diikuti 25 pelaku UMK/UMKM lokal, juga diikuti 12 OPD Pemprov Jatim plus Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Pasuruan turut meramaikan ajang pameran selama tiga hari tersebut.
"Ada 85 (stand yang disediakan gratis), 70 di dalam (mall), 15 di luar, (peserta) UMKM semua dan ikut gratis semua," katanya.
Ditanya target pameran, Heru menegaskan, pihaknya berharap untuk ke depannya, pameran-pameran gratis bagi para pelaku UMK/UMKM bisa terus digelar dan ditiru oleh yang lain.
"Jangan semua (pameran UMKM) harus berbayar, jangan hanya bicara profit tapi pengabdiannya gak ada," katanya.
Tujuannya, agar UMK/UMKM di Jawa Timur bisa naik kelas, karena volume penjualan semua produk hand made mereka bagus dan bisa merambah ke kelas pasar premium.
"Dan akhirnya barang-barang mereka (para pelaku usaha) bisa terangkai dalam konteks penjualan yang bagus di sini dengan market yang premium," lanjutnya.
Selain menyajikan bermacam jenis produk dari berbagai UMK/UMKM, pameran JSEF Volume III juga diramaikan dengan sejumlah acara, diantaranya lomba mewarnai dan karaoke, acara jalan sehat pada hari terakhir pameran, juga deklarasi anti bullying yang dijadwalkan diikuti anak-anak sekolah dan para orang tua murid.
"Selain berbagai jenis kegiatan dan lomba, juga ada Deklarasi Anti Bullying" ini Marik dan siswa juga para orang serta pihak sekolah sangat antusias, yang telah mendaftarkan melalui google form," terang Heru. (*)
Editor : Tudji Martudji