SURABAYA, INFONews.ID - Jangan dilewatkan untuk menyaksikan tayangan film drama religi garapan Produser Rendy Gunawan "Pengin Hijrah" yang tayang serentak di bioskop pada 30 Oktober 2025.
Pengin Hijrah drama religi ini menjadi akselerator dalam menjembatani potensi kerja sama pariwisata antara Kabupaten Belitung, Indonesia dengan wilayah Uzbekistan, khususnya di Bukhara.
"Bercerita kisah perjalanan yang ringan, cocok untuk anak mudah, dengan tokoh utamanya Alina Selebgram yang lahir di Belitung dan kuliahnya di Bogor. Di suatu kesempatan, dia (Alina) ada perjalanan ke Uzbekistan, film ini mengikuti perjalanan dia, Alina. Alina bertemu Jo dan pertemanan yang juga ada kisah asramanya, Alina banyak mendapatkan 'pekerjaan' bersama Jo, namun cara mendapat pekerjaan tersebut kurang berkenan di hati Alina," urai produser Rendy Gunawan, Rabu, (22/10/2025).
"Kisah selanjutnya Alina bertemu Ulfah, dan Ulfah inilah yang kemudian mengajak Alina untuk segera berhijrah. Karena Ulfah sudah lebih dulu berhijrah. Dikesempatan lain tanpa sengaja Alina bertemu Omar, dan tokoh ini yang selanjutnya mengajak Alina, Omar ini adalah leturunan Indonesia - Uzbekistan. Dalam sebuah kesempatan Alina bertemu Aizah, yang mengiringi ke Uzbekistan, saat yang sama Omar dipanggil ke Uzbekistan. Nah, disitulah kisah drama romance berlanjut, silahkan disaksikan," lanjut Rendy.
Produksi film ini secara unik menyandingkan keindahan Pantai Belitung sebagai latar belakang tokoh utama wanita Alina, dengan situs-situs bersejarah bernuansa Islam dan juga di Uzbekistan, tempat tokoh utama pria, Omar.
Tokoh utama Alina yang juga seorang selebgram pada kesempatan itu ia melakukan perjalanan ke Uzbekistan. Dalam perjalanannya Alina mendapat dukungan dari teman dekatnya atau yang juga kekasihnya Jo.
Bersama Jo, Alina tidak sulit untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Namun, pekerjaan yang diperolehnya tidak berkenan dalam hati, kisah ini semakin menarik untuk diikuti. Selanjutnya, Alina bertemu dengan Ulfah, yang memintanya agar segera hijrah. Selanjutnya, di alur kisah, Alina juga bertemu tokoh utama Omar.
"Selanjutnya, di alur kisahnya Alina juga bertemu dengan tokoh utama pria bernama Omar, silahkan diikuti," lanjut Rendy, yang berasal dari Belitung.
Aisah tokoh wanita lain yang nantinya membawa Alina terbang ke Uzbekistan. Setelah sampainya di Uzbekistan, Alina secara tidak sengaja bertemu kembali dengan Omar, pria keturunan Indonesia-Uzbekistan.
Dalam pertemuan itulah perjalanan roman mereka kembali hidup. Keterkaitan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Belitung yang sejak 2023 telah menjajaki kerja sama dengan Uzbekistan di bidang pariwisata dan ekonomi.
Bupati Belitung kala itu menyoroti kesamaan latar belakang wilayahnya sebagai UNESCO Global Geopark dengan status situs warisan dunia UNESCO di Bukhara, ini semakin menarik.
Film itu secara visual menyandingkan kedua lokasi yang kemudian memperkuat gagasan kolaborasi pariwisata halal.
Dukungan dari Uzbekistan terlihat dengan hadirnya aktor lokal, termasuk Temur Mirzaev sebagai Ayah Omar, yang juga menjabat sebagai Advisor di Kementerian Pariwisata Uzbekistan.
"Dalam proses penggarapannya, lancar saja tak banyak kendala berarti," terang Rendy yang sudah puluhan menggarap berbagai jenis film.
Kehadiran figur berpengaruh ini menguatkan sinergi antara dunia perfilman dengan strategi promosi wisata ziarah dan religi di Asia Tengah, dan cocok dengan kultur Islam di Indonesia.
Rendy pun berharap, dengan mengambil lokasi syuting di dua negara, termasuk di tengah dinginnya musim salju Uzbekistan, film ini dapat memberikan pengalaman visual serta menginspirasi penonton. Secara tidak langsung juga promosi Belitung sebagai gerbang pariwisata Indonesia ke Uzbekistan dan sebaliknya.
Film ini melibatkan aktris Uzbekistan Adolat Kimsanova dan sebagai langkah people-to-people connection yang efektif, membuka jalan bagi terwujudnya kerja sama jangka panjang, termasuk potensi inisiatif “sister city” antara Belitung dengan salah satu kota di Uzbekistan.
Masih kata Rendy, keikutsertaan aktor Uzbekistan sangat membantu kelancaran proses syuting. "Aktor Uzbekistan yang juga figur pariwisata Temur Mirzaev memiliki peran penting dalam membantu kelancaran syuting film di sana, dan lancar," ucapnya.
Sebagai Advisor Menteri Pariwisata Uzbekistan, Temur yang turut andil menjadi aktor, juga menjadi penerjemah sekaligus pendukung utama kesuksesan syuting film di Asia Tengah itu.
“Jadi peran beliau tiga sebenarnya, disamping jadi aktor, beliau juga penerjemah sekaligus yang membantu proses produksi kita di Uzbekistan,” katanya.
Dengan dua orang tokoh asal Uzbekistan yang fasih berbahasa Indonesia, disebut sangat mendukung kelancaran produksi film tersebut.
Omar mengaku tak banyak kendala, Aziz yang orang Uzbekistan dirasakan menambah banyak wawasan melatih dialek dirinya, yang berperan sebagai Omar. Sosok itu juga menjadi pendukung logistik, operator biro perjalanan dan menjadi salah satu aktor pendukung di film ini dengan perannya sebagai pembantu bagi Halima, nenek Omar.
Beberapa titik lokasi di Uzbekistan yang didatangi dan menjadi lokasi syuting disebut sangat menarik dan ikonik. Dan, menjangkau tempat tersebut tim atau kru film disampaikan tak banyak kesulitan karena ada sosok pemandu, yang juga di travel.
Film ini disutradarai oleh Jastis Arimba, dengan sederet bintang, yakni Steffi Zamora sebagai Alina, dengan melibatkan aktris senior Uzbekistan, Adolat Kimsanova, sebagai nenek Omar yang bernama Halima. Dan, didukung oleh Daffa Wardhana, Karina Suwandi, Nadzira Shafa, dan Donny Alamsyah.
Proses produksi film ini berlangsung di empat lokasi, Belitung tempat kelahiran Alina, kemudian di Bogor tempat kuliahnya Alina, berlanjut di Jakarta tempat Alina mendapat pekerjaan. Kemudian, lanjut bertemu Omar, saat mendapat pekerjaan di Uzbekistan. Sangat menarik, karena juga mengunjungi kota-kota bersejarah di Uzbekistan seperti Bukhara dan Tashkent. (*)
Editor : Tudji Martudji