INFOnews.id | Surabaya - Dosen Program Studi Pariwisata Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar pemetaan Potensi Pariwisata Desa Wisata Kebangsaan.
Detailnya, Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur melakukan program penyuluhan terkait pemetaan potensi wisata yang ada di Desa Wisata Kebangsaan, Desa Wonorejo, Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Gelar FGD Optimalisasi Pariwisata di Kampung Adat Segunung Jombang
Pemetaan potensi wisata ini dilakukan untuk menindaklanjuti kerjasama yang sudah dilaksanakan antara Pemerintah Desa Wonorejo dan Program Studi Pariwisata UPN Veteran Jawa Timur.
Melalui pemetaan potensi ini, Desa Wonorejo yang menjadi desa binaan Program Studi Pariwisata dapat memaksimalkan potensi wisata yang ada. Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 15 17 Maret 2022.
Pemetaan difokuskan pada semua potensi wisata yang ada. Mulai dari potensi alam, budaya, kuliner, serta potensi UMKM yang bisa dikembangkan menjadi produk dan atraksi wisata.
Pemetaan potensi ini disambut baik oleh pemerintah desa dan masyarakat sekitar. Melalui informasi yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat desa, tim dari Program Studi Pariwisata bisa dengan maksimal memetakan potensi dan memetakan permasalahan maupun kendala yang ada dilapangan.
Baca juga: Kerjasama UPN Veteran Jawa Timur dengan Desa Carangwulung
Desa wisata ini merupakan desa peyangga yang berada persis disebelah Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Keuntungan sisi geografis ini bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan maksimal. Wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional dapat menjadi potensi wisatan untuk berkunjung ke Desa Wisata Kebangsaan.
"Maka dari itu, perlu dipersiapkan dengan baik pengelolaan destinasi wisata yang ada dengan memetakan potensi yang ada. Desa ini ditetapkan sebagai desa wisata bukan hanya karena memiliki daya tarik yang beragam tetapi juga karena adanya budaya dan kearifan lokal yang cukup kuat yang dimiliki desa ini," urai Sheidy.
Dijelaskan, Desa Wonorejo memiliki kultur budaya yang berbeda-beda, yang dihuni kelompuk masyarakat dari berbagai suku dan agama. Di tengah kemajemukan tersebut, masyarakat di desa ini tetap hidup rukun sehingga disebut sebagai miniature Indonesia. Hal ini sudah menjadi cikal bakal toleransi dalam pengembangan destinasi wisata.
Baca juga: Mahasiswa KKNT Kelompok 61 UPN Veteran Jatim Gelar Penyuluhan
Desa Wisata Kebangsaan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Baluran. Selain itu, desa wisata ini memiliki potensi sumber daya alam yang seperti laut dan pantai yang berbatasan langsung dengan Selat Bali. Beberapa atraksi wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan, diantaranya: Pantai Pandean atau Perengan Pada, Camping Ground, Susur Sungai, Waduk Bajulmati, wisata religi menuju candibang (candewang), kesenian dan tradisi masyarakat sekitar.
"Maka dari itu, desa wisata ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini yang difokuskan pada pemetaan potensi wisata, diharapkan kegiatan wisata di Desa Kebangsaan, Desa Wonorejo dapat tumbuh, berkembang pesan dan bangkit kembali setelah dihantam oleh pandemi COVID-19," urainya.
Atas antusiasme ini, Program Studi Pariwisata berterima kasih banyak kepada warga dan pemerintah Desa Wonorejo. (Penulis : Sheidy Yudhiasta)
Editor : Redaksi