INFOnews.id | Surabaya - Massa buruh dari sejumlah wilayah yakni Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, Gresik dan Surabaya kembali menggelar aksi demo. Mereka, melakukan konvoi menuju Gedung Negara Grahadi di Surabaya. Tuntutan yang diusung adalah kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), di Gedung Negara Grahadi, Senin (29/11/2021).
Di Bundaran Waru, perbatasan wilayah Surabaya dan Sidoarjo menjadi titik kumpul sebelum bergerak masuk kota Surabaya. "Di sini (Bundaran Waru), kita menunggu rekan-rekan buruh lainnya, baik dari Sidoarjo, juga yang dari Pasuruan. Kita akan bergerak bersama menuju depan Gedung Negara Grahadi di Surabaya," kata Slamet, buruh dari Sidoarjo, usai sholat, di kawasan Menanggal.
Baca juga: Pemprov Jatim Potong Tumpeng, Syukuri Gelar Pahlawan Nasional Syaikhona Kholil
Sementara, di luar pagar Gedung Negara Grahadi kawat berduri sudah terpasang, petugas kepolisian pun terlihat. Terkait kegiatan aksi buruh, Kapolrestabes Surabaya menyampaikan himbauan dan permintaan maaf kepada masyarakat, utamanya pengguna jalan.
Baca juga: Berlangsung Khidmat Upacara HUT ke-80 RI di Gedung Grahadi
"Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya atas ketidaknyamanan," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan.
Guna menjaga ketertiban aksi buruh, kepolisian Surabaya menyiagakan 2.500 personil. Diharapkan, aksi buruh tetap menjaga ketertiban baik di jalan raya dan saat jalannya unjuk rasa.
Baca juga: Gubernur Khofifah Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Jatim, Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-80
"Bilamana mereka telah berkumpul semuanya dan siap bergerak, kami akan mengawal menuju obyek aksi unjuk rasa sehingga mereka bisa bergerak tertib dan tidak mengganggu lalu lintas dan masyarakat," terangnya. (inf/tji/red)
Editor : Redaksi