TARAKAN, INFONews.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong IKA UNAIR Kalimantan Utara memperkuat kolaborasi dan membangun jejaring lintas sektor antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan alumni, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret di bidang pendidikan, peternakan, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Utara di Hotel Tarakan Plaza & Convention Center, Selasa (8/9) malam. Forum dialog berlangsung interaktif dan konstruktif. Beberapa alumni menyampaikan aspirasi, termasuk optimalisasi jejaring alumni untuk membuka akses pendidikan bagi putra-putri Kalimantan Utara yang ingin melanjutkan studi ke Pulau Jawa.
Khofifah menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka ruang bagi peserta didik dari luar Jawa Timur melalui sekolah berasrama. “Ada kebijakan alokasi kuota penerimaan siswa baru pada sekolah berasrama (boarding school) di Jawa Timur yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Khusus kuota luar daerah sebesar 20 persen kapasitas sekolah disediakan khusus untuk siswa dari luar Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Khofifah, kuota tersebut dapat dimanfaatkan jejaring IKA UNAIR Kaltara untuk meningkatkan kualitas SDM anak-anak di wilayah perbatasan. Ia berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara dapat menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang diinisiasi IKA UNAIR. “Seat 20 persen ini bisa menjadi ruang bagi anak-anak Kaltara, terutama dari wilayah perbatasan,” katanya.
Selain pendidikan, Khofifah menyoroti potensi jejaring alumni UNAIR untuk mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dan Kalimantan Utara melalui business matching. Ia mencontohkan alumni yang memiliki usaha peternakan sapi. “Ini bisa kita fasilitasi untuk business matching. Kita bangun jejaring, kita pertemukan supply chain antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara,” jelasnya.
Jawa Timur memiliki fasilitas pendukung peternakan, termasuk ketersediaan bibit sapi unggul seperti Wagyu, Belgian Blue, atau Peranakan Ongole melalui Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementerian Pertanian di Jawa Timur. Potensi tersebut, menurut Khofifah, dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan pengembangan peternakan di Kalimantan Utara, mulai dari penyediaan bibit, budidaya, peningkatan kualitas ternak, hingga penguatan rantai pasok.
Khofifah juga menyinggung posisi strategis Jawa Timur sebagai simpul konektivitas logistik nasional. Dari 41 trayek tol laut yang ada, sebanyak 24 trayek berangkat dari Surabaya. “Jadi kalau kita bicara supply chain, Jawa Timur punya modal yang cukup kuat. Dari 41 jalur tol laut, 24 di antaranya dari Surabaya. Kemudian di Jatim ada BBIB Singosari milik Kementan. Ini semua bisa kita koneksikan untuk memperkuat kerja sama dengan Kaltara,” tegasnya.
Di akhir forum, Khofifah berharap jejaring IKA UNAIR di Kalimantan Utara menjadi penggerak tindak lanjut peluang kerja sama tersebut. “Cak dan Ning semua, terima kasih. Saya kira ini semuanya hal yang sangat substantif. Mari kita bangun meeting of minds, kita cocokkan pikiran, kita lihat apa kebutuhan Kaltara dan apa yang bisa juga dikontribusikan Jawa Timur agar saling menguatkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Tudji Martudji