SURABAYA, INFONews.ID – Gelaran JETE Run 2026 kembali menyedot perhatian masyarakat. Sekitar 6.500 peserta memadati sepanjang rute lari untuk 10K dan 5K di Kota Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Memasuki edisi ketiga, ajang olahraga tahunan yang digelar brand lokal JETE ini mencatat lonjakan signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2024 acara ini diikuti 3.000 peserta, kemudian naik menjadi 4.000 orang pada 2025, dan mencapai rekor 6.500 pendaftar di 2026.
CEO JETE dan Doran Group, Jhonny Thio Doran, menjelaskan adanya perubahan konsep yang cukup mencolok. Jika edisi 2024 dan 2025 lebih menekankan nuansa fun run, tahun ini digelar sebagai ajang race yang lebih kompetitif.
“Di tahun 2024–2025 kita fokusnya fun run. Di 2026 ini kita fokusnya race. Di BIB-nya kita ada timing chip, lalu kita ada podium,” ujar Jhonny saat ditemui di Balai Kota Surabaya.
Selain skema perlombaan yang lebih profesional, JETE Run 2026 menghadirkan terobosan Wellness Festival. Para peserta tidak hanya berlari, tetapi juga bisa mengikuti berbagai aktivitas kebugaran, seperti Pilates, Pound Fit, Zumba, dan enam sesi workshop interaktif.
Dari total 6.500 pendaftar, sebanyak 5.500 orang mengikuti lomba lari, sementara sekitar 1.000 orang lainnya memilih mengikuti rangkaian Wellness Festival.
Secara demografi, sekitar 70 persen peserta merupakan warga Surabaya, sedangkan 30 persen sisanya datang dari luar kota. Tidak sedikit yang sengaja terbang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Banjarmasin, Medan, Manado, dan Makassar.
Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah ini diyakini memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Surabaya. Pergerakan massa tersebut mendorong aktivitas di sektor perhotelan, UMKM, pusat perbelanjaan, dan kuliner lokal.
“Kita harapkan kuliner juga ramai dan bisa menggerakkan perekonomian di Surabaya,” tambah Jhonny.
Sebagai merek lokal yang tumbuh di Surabaya, JETE menegaskan komitmennya tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial positif. Komitmen itu diwujudkan melalui rangkaian JETE Fest yang digelar Kamis hingga Minggu di Ciputra World Surabaya. Acara tersebut menampilkan berbagai kompetisi kreatif, mulai dari dance competition, K-Pop competition, lomba mewarnai, hingga short movie competition.
“Bagaimana JETE ini sebagai brand lokal kebanggaan dari Surabaya bisa memberikan nilai positif bagi Surabaya. Karena itu kita membuat sebuah wahana ini untuk menjadi anak-anak muda berkreasi, berkarya, dan juga melatih tampil,” jelas Jhonny.
Ia juga mencatat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dalam satu hingga dua tahun terakhir. Tren ini mendorong permintaan terhadap perangkat penunjang olahraga, seperti smartwatch dan headset nirkabel.
“Pertumbuhan penjualan dibandingkan tahun lalu, kita sekitar hari ini naik sekitar 65 persen. Paling banyak kita di headset untuk olahraga dan juga smartwatch,” bebernya.
Melihat respons positif tersebut, JETE yang sebelumnya telah menggelar kegiatan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Bali, Makassar, dan Balikpapan, membuka peluang untuk mengembangkan event olahraga profesional di kota-kota strategis lainnya di Indonesia.
Salah seorang peserta, Liana, mengaku senang mengikuti kegiatan pagi itu bersama suami dan anaknya.
“Senang sekali bisa mengikuti JETE Run 2026 ini. Selain untuk kebugaran dengan berolahraga, sekaligus kita rekreasi di event ini,” ujarnya. (*)
Editor : Tudji Martudji