PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih 3.0 di Muara Tawar

Reporter : Tudji Martudji
Peresmian Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 3.0 di Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar, Bekasi (IN/PHOTO: HUMAS)

BEKASI, INFONews.ID – PLN Nusantara Power (PLN NP) meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 3.0 di Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Fasilitas pengisian hidrogen generasi ketiga ini dikembangkan secara internal oleh PLN NP dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 70 persen.

Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah menyatakan bahwa pengembangan HRS Merah Putih merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem hidrogen secara bertahap, mulai dari teknologi hingga pemanfaatannya. “Melalui ekosistem ini, kita ingin membuktikan bahwa hidrogen bukan sekadar komoditas energi masa depan. Hidrogen dapat menjadi penghubung antara pembangkitan energi bersih, penyimpanan energi, penyediaan listrik, dan mobilitas rendah emisi,” ujarnya.

HRS Merah Putih 3.0 merupakan kelanjutan dari HRS Merah Putih 1.0 di Muara Karang (2024) dan HRS Merah Putih 2.0 di Rembang (2025). PLN NP juga mengembangkan Mobile HRS yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Fasilitas di UP Muara Tawar, yang memiliki kapasitas terpasang 2.725 MW, terintegrasi dengan Green Hydrogen Plant. Plant tersebut memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan energi terbarukan tersertifikasi. Kapasitas produksinya diperkirakan sekitar 7,9 ton hidrogen per tahun. Sebagian digunakan untuk kebutuhan internal pembangkit, sedangkan sisanya dapat dimanfaatkan di luar pembangkit.

Rantai pemanfaatan hidrogen berlangsung secara terintegrasi, mulai dari produksi menggunakan energi bersih, penyimpanan dan kompresi, hingga pengisian kendaraan. Hidrogen yang dihasilkan juga dapat dikonversi kembali menjadi listrik melalui teknologi fuel cell.

Direktur Energi Baru Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc., menilai pengembangan fasilitas seperti HRS Muara Tawar penting untuk membangun kesiapan ekosistem hidrogen Indonesia dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060. Ia menyebutkan pembangunan Green Hydrogen Corridor Jakarta–Karawang–Patimban sepanjang 194 kilometer. “HRS Muara Tawar ini akan menjadi salah satu bagian dari koridor tersebut dan diharapkan dapat mendukung pengembangan ekosistem hidrogen, khususnya untuk transportasi,” kata Senda.

Menurutnya, pengembangan hidrogen membutuhkan sinergi antara kesiapan teknologi, industri, infrastruktur, pemanfaatan, dan pasar. Kehadiran HRS Muara Tawar menjadi langkah konkret untuk memperkuat pengalaman dan kapasitas nasional di bidang energi hidrogen.

Pengembangan HRS Merah Putih termasuk dalam peta jalan PLN NP membangun ekosistem hidrogen terintegrasi. Selain infrastruktur pengisian, PLN NP terus mengembangkan produksi green hydrogen, kendaraan berbasis hidrogen, serta teknologi pemanfaatan hidrogen untuk pembangkitan. Hingga saat ini, PLN NP telah mengembangkan delapan Green Hydrogen Plant dan berbagai teknologi pemanfaatan hidrogen.

Peresmian ditandai dengan simulasi pengisian hidrogen ke kendaraan hidrogen, pelepasan uji jalan mobil hidrogen-listrik, kunjungan lapangan, dan talkshow mengenai pengembangan ekosistem hidrogen serta transportasi bersih. (*)

 

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru