Jumat, 02 Okt 2026 16:57 WIB

TTL dan KSOP Tanjung Perak Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Kapal

PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak memperkuat kolaborasi melalui evaluasi Zona EAZI dan integrasi digital pelayanan kapal. INPhoto/Humas TTL
PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak memperkuat kolaborasi melalui evaluasi Zona EAZI dan integrasi digital pelayanan kapal. INPhoto/Humas TTL

SURABAYA, INFONEWS.ID -  PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan di Tanjung Perak memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kapal.

Upaya tersebut dilakukan melalui Evaluasi Bersama Pelayanan Kapal dan Evaluasi Penerapan Zona EAZI (Express Anchorage Zone Service) yang digelar pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Pelindo Jasa Maritim.

Evaluasi ini dilakukan untuk melihat perkembangan penerapan Zona EAZI sekaligus memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan dalam mendorong pelayanan kapal yang lebih cepat, aman, andal, dan terintegrasi.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan percepatan pelayanan kapal merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan.

“TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pelayanan kapal melalui kolaborasi yang kuat guna menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, aman, andal, dan kompetitif,” ujar David.

Penerapan Zona EAZI di TPK Nilam pada periode 23 April hingga 31 Agustus 2026 telah mendukung pelayanan terhadap 176 kapal dengan rata-rata waktu ship-to-ship berth changeover (STS) 2 jam 53 menit.

Penerapan tersebut juga diikuti peningkatan rata-rata jumlah kapal yang masuk ke dermaga, dari 14 menjadi 17 kapal atau sekitar 21,4 persen.

Sementara itu, uji coba Zona EAZI di TPK Berlian pada periode 4–31 Agustus 2026 mencatat pelayanan terhadap 16 kapal dengan rata-rata waktu STS 2 jam 24 menit.

Capaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan menuju target waktu STS 2 jam sekaligus mendukung optimalisasi proses pergantian kapal di tambatan.

Dalam evaluasi ini, STS (ship-to-ship berth changeover) merupakan waktu pergantian kapal pada tambatan yang sama, yang dihitung sejak last line kapal sebelumnya hingga first line kapal berikutnya.

Group Head Pelayanan Kapal PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Santoso, menyampaikan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.

“Kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan suatu keniscayaan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa. Evaluasi secara berkelanjutan penting dilakukan agar setiap improvement yang diterapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi customer TTL,” jelas Santoso.

TTL juga terus mendorong integrasi perencanaan tambat dengan Zona EAZI. Upaya tersebut didukung pemantauan perencanaan dan realisasi tambat secara real time serta penguatan Berthing Management.

Penguatan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepastian pelayanan, mengoptimalkan pemanfaatan tambatan, dan mendukung efisiensi operasional kapal di Terminal Teluk Lamong.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, mengapresiasi pelaksanaan evaluasi bersama yang dilakukan TTL sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kapal secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada PT Terminal Teluk Lamong yang telah menyelenggarakan kegiatan evaluasi ini. Implementasi EAZI telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan layanan kapal. Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi pengguna jasa,” ujar Agustinus.

Selain penerapan Zona EAZI, TTL juga memperkuat pelayanan kapal melalui pengembangan sistem digital.

TTL mengembangkan BESTI (Berth Allocation Efficiency & Support Terminal Integration), aplikasi yang mendukung proses perencanaan dan pengelolaan tambatan kapal secara terintegrasi.

Ke depan, BESTI akan dikembangkan agar dapat terhubung dengan PHINISI, Inaportnet, dan Zona EAZI. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperlancar pertukaran informasi, mulai dari proses perencanaan hingga realisasi pelayanan kapal.

Pemantauan secara real time juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan sekaligus meningkatkan kepastian pelayanan.

Melalui penerapan Zona EAZI, penguatan Berthing Management, dan integrasi digital, TTL bersama para pemangku kepentingan terus mendorong pelayanan kapal yang lebih cepat, efisien, dan terpadu di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Editor : Alim Kusuma