MALANG, INFONews.ID – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya TNI Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam acara yang digelar serentak di 43 titik seluruh Indonesia ini.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI dengan berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. TNI Angkatan Udara fokus pada tebu, TNI Angkatan Darat pada padi, dan TNI Angkatan Laut pada kedelai.
Gubernur Khofifah menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, ketahanan pangan bukan lagi tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama seluruh komponen bangsa.
“Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan bangsa. Karena itu, penguatannya membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Khofifah.
Ia optimistis, ketika semua elemen bergerak bersama, Indonesia akan lebih cepat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan.
Jawa Timur, Pilar Utama Ketahanan Pangan
Khofifah menegaskan Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional. Provinsi ini adalah produsen gula terbesar di Indonesia, salah satu lumbung padi utama, serta terus mengembangkan kedelai.
Di sektor pergulaan, Jawa Timur menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih mencapai 1,34 juta ton — capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Pada 2026, Jawa Timur mendapat kepercayaan untuk melaksanakan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare, total mencapai 54.897 hektare di 24 kabupaten sentra tebu.
Sementara itu, produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dari luas panen 1,84 juta hektare — naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat.
“Peningkatan ini hasil sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI, penyuluh, dan petani melalui optimalisasi pola tanam, benih unggul, irigasi, mekanisasi, hingga pendampingan,” jelas Khofifah.
Pada komoditas kedelai, Jawa Timur juga terus mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas melalui varietas unggul serta teknologi budidaya.
Semangat Gotong Royong TNI dan Masyarakat
Khofifah mengapresiasi peran aktif TNI yang tidak hanya menjaga pertahanan negara, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam mengolah lahan produktif.
“Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat dalam panen raya ini menjadi contoh nyata bahwa membangun ketahanan pangan merupakan tugas bersama,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap terus mendukung program strategis pemerintah pusat. Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan kerja keras untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Panen Raya TNI Terintegrasi ini membuktikan ketahanan pangan adalah gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa.
“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya terintegrasi ini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi gerakan nasional,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan demi mewujudkan Indonesia yang makmur dan berdaulat di bidang pangan. (*)
Editor : Tudji Martudji