Sabtu, 07 Mar 2026 06:52 WIB

Cahyo Komisi E DPRD Jatim Dukung Rencana Puslatda Mandiri Guna Memajukan Olahraga di Jatim

Silaturrahmi dan Buka Puasa Wartawan, Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Keluarga Olahraga Tarung Drajat yang digelar PT DLU (IN/PHOTO: TUDJI)
Silaturrahmi dan Buka Puasa Wartawan, Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Keluarga Olahraga Tarung Drajat yang digelar PT DLU (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, iNFONews.ID - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mendukung semangat memajukan olahraga di Nusantara, khususnya di Jawa Timur, termasuk yang dibawah naungan Pengprov Kodrat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS), serta rencana digelarnya Puslatda Mandiri. Itu disampaikan Cahyo Harjo di acara Silaturrahmi dan Buka Puasa Wartawan, Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Keluarga Olahraga Tarung Drajat di Surabaya, Jumat (6/3/2026).

"Kami di Komisi E sangat mendukung semangat untuk memajukan olahraga di Nusantara, khususnya di Jawa Timur. Kolaborasi pentahelik semua elemen sangat penting, seperti yang hadir di tempat ini," ujar Cahyo.

Lanjutnya, Komisi E yang berseiring untuk kepentingan masyarakat telah menjalin dengan dinas atau OPD yang membidangi olahraga. Dia menegaskan memajukan olahraga sangat penting, karena olahraga merupakan aset kekayaan bangsa dan identitas sebagai bangsa.

Termasuk mendukung Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur yang merupakan ilahraga bela diri asli Indonesia menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dia pun siap membina olahraga tersebut untuk naik kelas.

Cahyo memuji PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang tidak hanya mengurusi soal pelayaran yang mengkoneksikan pulau-pulau terpencil di Nusantara, tetapi juga melakukan pembinaan untuk memajukan olahraga tersebut.

Saat memberikan sambutan, Ketua Umum Pengprov Kodrat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengatakan pengenalan bela diri tradisional melalui lingkungan pendidikan merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat secara fisik dan kuat secara mental.

Langkah ini dinilai penting untuk menanamkan nilai karakter sekaligus memperkenalkan budaya bangsa kepada generasi muda sejak dini. Ditegaskan, kegiatan ekstrakurikuler bela diri dapat dimulai sejak jenjang pendidikan dasar, menengah dan hingga sekolah menengah atas.

“Kami berharap olahraga bela diri asli Indonesia bisa menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, mulai dari TK atau SD hingga SMP dan SMA,” ujar Bambang Harjo Soekartono.

Dia meyakini kehadiran olahraga bela diri di lingkungan sekolah bukan sekadar menjadi aktivitas olahraga tambahan bagi siswa. Dan, latihan bela diri dapat menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif bagi para pelajar. Melalui latihan disiplin dan terstruktur, siswa tidak hanya dilatih kemampuan fisiknya, tetapi juga dibentuk mentalnya. Kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta sportivitas dapat ditanamkan melalui aktivitas olahraga.

“Bela diri tidak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga membangun mental serta karakter siswa. Selain itu, mereka juga dapat mengenal budaya dan warisan bangsa melalui olahraga asli Indonesia,” lanjutnya.

 

Bahkan, prestasi di bidang olahraga dapat memberikan peluang bagi para atlet muda untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. Itu menjadi salah satu motivasi bagi siswa untuk menekuni olahraga secara serius.

“Bagi atlet yang berprestasi, ada kesempatan memperoleh nilai tambah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga perguruan tinggi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Harian Pengprov Kodrat Jawa Timur, Erwin Poedjono, menilai pembinaan olahraga sejak usia sekolah merupakan langkah penting untuk mencetak atlet masa depan.

Menurutnya, sekolah dapat menjadi tempat yang efektif untuk menjaring sekaligus mengembangkan potensi siswa yang memiliki bakat di bidang olahraga bela diri. Melalui ekstrakurikuler, proses pembinaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Dengan adanya ekstrakurikuler bela diri di sekolah, pembinaan atlet bisa dimulai sejak dini. Dari sana kita dapat menemukan bibit-bibit atlet yang nantinya berpotensi mengharumkan nama daerah maupun negara,” ujarnya.

Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya memberikan kebanggaan bagi daerah, tetapi juga membuka peluang karier bagi para atlet di masa depan. Ia menggambarkan seperti TNI dan Polri, kerap memberikan perhatian khusus kepada atlet berprestasi dalam proses rekrutmen. Atlet yang memiliki prestasi juga berpeluang meniti karier sebagai aparatur sipil negara (ASN) melalui jalur prestasi olahraga.

"Pengenalan bela diri di lingkungan sekolah dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih kuat di Indonesia," pungkasnya. (*)

Editor : Tudji Martudji