Peziarah Masjid Ampel Kini Bisa Nikmati Air Minum Steril Berkat ITS

ITS kolaborasi dengan Bank Mandiri sediakan alat pemurnian air minum (drinking fountain) canggih untuk fasilitasi ribuan peziarah di Masjid Agung Sunan Ampel. INPhoto/Humas ITS
ITS kolaborasi dengan Bank Mandiri sediakan alat pemurnian air minum (drinking fountain) canggih untuk fasilitasi ribuan peziarah di Masjid Agung Sunan Ampel. INPhoto/Humas ITS

SURABAYA, iNFONews.ID - Kerumunan peziarah di kawasan wisata religi Masjid Agung Sunan Ampel kini mendapatkan fasilitas baru yang menunjang kenyamanan mereka. 

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Bank Mandiri resmi memasang mesin pemurnian air minum pintar bernama Bluewave Smart Water Drinking Fountain di area yayasan masjid tersebut, Selasa (17/2).

Langkah ini menjadi solusi konkret mengingat padatnya volume pengunjung di destinasi ikonik Surabaya ini. 

Wakil Rektor IV ITS, Prof. Agus Muhamad Hatta, mengungkapkan bahwa jumlah peziarah di Masjid Sunan Ampel bisa menembus angka 120 ribu orang setiap harinya. 

Angka fantastis ini membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang memadai, salah satunya akses air minum yang sehat.

"Kami menghadirkan teknologi filtrasi berperforma tinggi agar peziarah bisa mendapatkan air minum dan air bersih secara berkelanjutan," ujar Prof. Hatta.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana institusi pendidikan dan sektor perbankan bisa bersinergi memberikan dampak langsung bagi publik.

Mesin drinking fountain yang dibangun bukan sekadar filter air biasa. Teknologi ini dirancang khusus untuk menangani kebutuhan volume besar dengan standar higienitas yang ketat.

Beberapa fitur unggulan yang ditanamkan dalam sistem ini meliputi:

1. Reverse Osmosis (RO): Menjamin air yang dihasilkan murni, bebas dari bakteri patogen maupun kandungan klorin berbahaya.

2. Sistem High Flow: Memungkinkan pasokan air bersih keluar dalam volume besar secara terus-menerus tanpa perlu waktu tunggu lama.

3. Sensor Higienitas: Pengoperasian tanpa sentuh (touchless) menggunakan sensor untuk meminimalisir risiko penyebaran kuman antar pengguna.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, M. Ashidiq Iswara, menyambut positif sinergi ini. 

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pihaknya berharap kerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS ini menjadi pemantik untuk proyek inovatif lainnya di masa depan.

Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi ITS dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin air bersih dan sanitasi layak (SDGs 6) serta kemitraan global (SDGs 17). 

Melalui teknologi tepat guna, ITS membuktikan bahwa inovasi laboratorium dapat berpindah ke ruang publik untuk menyelesaikan masalah sosial secara nyata.

Editor : Alim Kusuma