Jumat, 30 Jan 2026 21:37 WIB

Gubernur Khofifah dan PMI Jatim Anugerahi Pendonor Darah 75 Kali, Penghargaan dan Lancana

Gubernur Khofifah dan PMI Jatim anugerahi Penghargaan dan Lancana bagi pendonor darah sukarela (IN/PHOTO: TUDJI)
Gubernur Khofifah dan PMI Jatim anugerahi Penghargaan dan Lancana bagi pendonor darah sukarela (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, INFONews.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PMI menganugerahkan Piagam Penghargaan dan Lancana bagi pendonor darah sukarela 75 kali, kepada 604 orang di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/10/2025).

 

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan esensi kemanusiaan di balik donor darah. Setetes darah adalah harapan bagi kehidupan.

 

“Setetes darah adalah harapan kehidupan. Panjenengan telah memberikan harapan kehidupan tanpa harus panjenengan kenali darah panjenengan akan ditransfusikan ke Agamanya apa? sukunya apa? jenis kelamin mungkin juga enggak pernah kebayang, dan seterusnya,” kata Khofifah.

 

Donor sukarela merekatkan kebhinekaan karena melampaui sekat identitas. Selanjutnya, ia menyiapkan langkah melalui penguatan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah menengahz di Jatim.

 

“Jadi Palang Merah Remaja ini memang harus kita kuatkan. Insya Allah akan menjadi plan of action kami setelah pertemuan ini, dari berbagai kebutuhan-kebutuhan layanan darah yang tadi kami mendapatkan briefing sangat saintifik,” katanya.

 

Menyinggung penguatan layanan darah dan pemanfaatan plasma. Dikatakan, peningkatan standar UTD serta rencana pembentukan UTD provinsi berstandar CPOB. Menurutnya, perluasan fasilitas dan standardisasi penting agar plasma tidak terbuang dan bisa mendukung program kesehatan lain.

 

Ia kemudian menceritakan kisah, di sebuah peristiwa urgensi ketersediaan darah dan kecocokan rhesus. Di kisah itu, wisatawan Rusia mengalami kecelakaan di kawasan Bromo akhirnya terselamatkan berkat transfusi dari rekannya yang didatangkan dari Denpasar ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Mengambil hikmah itu, menurut Khofifah, menunjukkan betapa krusialnya jaringan donor dan layanan darah yang sigap.

 

Saat yang sama, Ketua PMI Jatim Imam Utomo memaparkan strategi memperluas basis donor darah dari bangku sekolah.

 

“Remaja sudah bisa mulai donor darah di tingkat SMA. SMP kelas 3 atau SMA kelas 1 itu sudah mulai bisa,” kata Imam Utomo.

 

Ia mengurai, kebutuhan pasokan darah yang jauh lebih besar daripada stok donor aktif saat ini.

 

“Sekarang, yang donor sukarela seperti ini 130-an ribu. Itu kurang kira-kira 250 ribu, sehingga kebutuhan 700 ribu pack setiap tahun, bisa dari mereka. Apalagi ke depan kebutuhan darah tambah banyak,” ujarnya. (*)

 

 

Editor : Tudji Martudji