Jumat, 06 Feb 2026 22:20 WIB

Kadis Pertanian Lamongan Apresiasi Poktan Turi Atasi Penyakit Tanaman Padi 

Poktan Bumi Mulyo 03, Desa Tambak Ploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, melaksanakan kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (IN/PHOTO: Iffah)
Poktan Bumi Mulyo 03, Desa Tambak Ploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, melaksanakan kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (IN/PHOTO: Iffah)

LAMONGAN, iNFONews.ID -  Kelompok Tani (Poktan) Bumi Mulyo 03, Desa Tambak Ploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, melaksanakan kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa penyakit potong leher pada tanaman padi yang disebabkan oleh jamur Ricularia oryzae, Rabu, (30/7/2025)

Kegiatan pengendalian dilakukan pada luasan 32,54 hektar sawah yang menjadi sasaran serangan penyakit. Untuk pengendalian ini, petani menggunakan bahan aktif tembaga oksida, yang terbukti efektif dalam menekan perkembangan jamur penyebab penyakit tersebut.

Acara pengendalian ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain ; Camat Turi, Kapolsek Turi beserta anggota, Danramil 0812/03 Turi beserta anggota, Perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan Korwil BPP Turi dan PPL serta Poktan setempat.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya petani dalam mengendalikan penyakit yang berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan.

Dalam sambutannya, Camat Turi, Rahmat Hidayat, S.H.,M.M. berharap dengan Gerdal ini dapat bermanfaat dan hasil panen maksimal. "Kegiatan Gerdal ini sangat bermanfaat, dapat mendeteksi dini adanya penyakit tanaman dan penanganannya, sehingga dengan Gerdal yang dilakukan secara serentak, nantinya panen juga didapatkan maksimal dan melimpah," tandasnya.

Mastur, Kepala POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) Lamongan selain paparan teknis terkait organisme juga menegaskan kepada Poktan bahwa untuk mengetahui penyakit pada tanaman seperti halnya Dokter yang menangani pasien.

Bila ada pasien yang sakit, maka pasien itu dibawa ke dokter untuk diketahui keluhan dan diketahui sakit yang dideritanya. Begitu pula dengan tanaman, untuk mengetahui tanaman itu berpenyakit, maka Poktan bisa membawa contoh tanaman yang sakit ke BPP setempat.

"Jadi tidak usah ragu, Ketua Poktan maupun anggotanya bisa datang ke BPP Pertanian dengan membawa tanaman yang berpenyakit, sehingga diketahui penyakit dan penanganannya. Karena penyakit pada tanaman, penanganannya seperti halnya pasien yang datang ke dokter, untuk mengetahui penyakitnya," tegasnya.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan mengapresiasi kekompakan Poktan dan semua pihak dalam mengatasi permasalahan ini. Beliau juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pengendalian tepat sasaran sebagai langkah antisipatif terhadap kerugian yang lebih besar.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan produksi padi di Desa Tambak Ploso dapat tetap optimal dan mendukung ketahanan pangan daerah. (*)

Editor : Tudji Martudji