Sabtu, 31 Jan 2026 00:09 WIB

Melestarikan Jaringan: Kunci Sukses BALAD Grup Menjadi Raksasa Perikanan Budidaya Dunia

Gus Lilur bersama para kolega bisnisnya. INPhoto/Alim
Gus Lilur bersama para kolega bisnisnya. INPhoto/Alim

SURABAYA, iNFONews.ID – Dalam dunia bisnis, kekuatan utama bukan terletak di luar diri atau perusahaan, melainkan dari potensi diri dan kualitas internal perusahaan itu sendiri.

Prinsip tersebut dipegang teguh oleh HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner BALAD Grup dan ALI INVESTMENT Pte Ltd Singapore, dalam membangun salah satu perusahaan perikanan budidaya terbesar di dunia.

“Saya tidak pernah terlalu peduli memperluas jaringan secara agresif, tapi lebih fokus pada menaikkan nilai besar perusahaan melalui peningkatan kualitas internal," ungkap pengusaha yang disapa Gus Lilur, Jumat (25/7/2025).

Ia mencontohkan langkah strategisnya dengan visi menjadikan BALAD Grup sebagai perusahaan perikanan budidaya terbesar di dunia dengan area budidaya mencapai 90.000 hektar.

Menurut Gus Lilur, saat kualitas perusahaan sudah diakui, jaringan dan relasi akan datang dengan sendirinya.

Dalam perjalanan nyata BALAD Grup, Gus Lilur menjalin sinergi dengan dua mitra strategis yang memimpin di bidang berbeda. Moh. Ka’bil Mubarok (MKM), Direktur Utama BALAD Grup, bertanggung jawab atas penaklukan laut dan samudera nusantara. Sementara Tubagus Ardhika (GTA), Direktur Utama ALI INVESTMENT Pte Ltd Singapore, mengarahkan investasi internasional yang mendukung ekspansi perusahaan.

“Kami bertiga bertemu berbagai kolega dan sahabat baru. Saya tidak perlu menyebut siapa mereka atau tujuan spesifik kami, karena yang penting adalah menjadi pihak yang dibutuhkan, sehingga hubungan yang berkelanjutan terbentuk,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Lilur menegaskan pentingnya memelihara dan melestarikan jaringan bukan sekadar memilikinya.

“Cara terbaik menjaga hubungan baik adalah dengan tidak pernah terlihat membutuhkan, melainkan selalu memposisikan diri sebagai pihak yang bernilai dan sangat dibutuhkan dalam kerangka saling menguntungkan," tuturnya.

Meski sulit, prinsip ini menjadi pondasi yang membuat jaringan bisnis BALAD Grup terus berkembang secara berkelanjutan.

Inspirasi besar yang menjadi landasan Khalilur adalah keyakinan penuh bahwa dunia membutuhkan kontribusinya.

“Kalimat ‘Dunia Membutuhkan Gue’ saya suntikkan ke dalam diri sebagai energi penaklukan dengan niat dan semangat ilahiyah,” ungkapnya.

Konsep gerakan ekonomi yang unik dan belum pernah ada di dunia ini berfokus pada perikanan budidaya dengan skala ratusan ribu hektar, yang tak hanya dibutuhkan Indonesia, tapi dunia.

Dengan visi tersebut, BALAD Grup berambisi menjadi kiblat baru dunia dalam perikanan budidaya.

Gus Lilur menyampaikan pesan optimis dan penuh makna. “Berbuatlah terbaik untuk diri dan perusahaan, karena pasar, jaringan, dan kekuasaan akan datang sendiri bila kita bernilai dan dibutuhkan. Saya yakin BALAD Grup bisa membawa Indonesia menuju kejayaan baru di bidang ini," tutupnya.

Dengan strategi yang mengedepankan nilai internal dan pelestarian jaringan, BALAD Grup terus menunjukkan langkah progresif dalam mengembangkan bisnis perikanan budidaya, mengukuhkan posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.

Editor : Alim Kusuma