Infonews.id | Surabaya - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah berjalan, di Kota Surabaya, juga sebagian Kabupaten Sidoarjo dan Gresik. Namun, itu belum maksimal untuk menekan sebaran virus Covid-19.
Hari ini, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya dan Sidoarjo masih tinggi. Itu terurai saat dijabarkan hasil penanganan virus mematikan itu. Terupdate, yang positif Covid-19 bertambah menjadi 59 kasus, total kasus positif menjadi sebanyak 785 kasus.
Penambahan 59 kasus itu berasal dari Kab Lumajang 1, Kota Pasuruan 1, Kota Probolinggo 4, Kab Pasuruan 2, Kab Jember 2, Kab Tulungagung 4, Kota Malang 2, Kab Gresik 2, Kab Lamongan 6, Kab Sidoarjo 11, Kab Blitar 2, Kab Pacitan 2 dan Kota Surabaya 20 kasus.
“Per hari ini kita melihat bahwa di Kota Surabaya yang terkonfirmasi positif masih tertinggi sebanyak 392 padahal kemarin baru 372. Selanjutnya Kab Sidoarjo menjadi 92, kalau kemarin 81. Kemudian Kab Lamongan 38, Kab Magetan 33, Kab Malang 28, Kab Kediri 25, Kab Gresik 24 dan Kab Tulungagung 22,” urai Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (28/4/2020), malam.
Pasien yang terkonversi positif atau sembuh bertambah 8 orang, yakni 2 orang dari Pamekasan, 2 orang dari Nganjuk, 1 orang dari Gresik, 1 orang dari Kab Malang dan 2 orang dari Kota Surabaya.
Dan, kabar duka karena pasien yang meninggal dunia juga bertambah 6 orang, rinciannya 1 orang dari Lamongan, 1 orang dari Sidoarjo, 1 orang dari Kabupaten Blitar, serta 3 orang dari Surabaya.
“Pasien yang sembuh totalnya menjadi 152 orang atau setara 17,78 persen. Sedangkan yang meninggal dunia totalnya menjadi 95 orang atau setara 11,11 persen. Kemudian yang pasien yang masih dirawat sebanyak 608 orang,” jelas Gubernur Khofifah.
Untuk kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), bertambah sebanyak 80 kasus, akumulasinya menjadi 2.849 kasus PDP di Jatim. Dari jumlah itu, sebanyak 1.468 orang masih diawasi, lalu 1.135 orang sudah tidak diawasi dan 246 orang PDP yang meninggal dunia.
“Saya kembali ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa di Surabaya ini setiap hari tambahan positif Covid-19 rata-rata 60 persen, itu adalah mereka dari PDP. Kemudian dari 60 persen PDP, rata-rata 21 persen yang ter konfirmasi positif adalah dari OTG (Orang Tanpa Gejala).
Oleh karena itu kehati-hatian, kewaspadaan dan kesiapsiagaan terutama pada saat memulai PSBB hari ini harus dilipatgandakan karena memang ada hal yang mungkin kita tidak juga tahu ternyata karier, mereka adalah orang tanpa gejala,” tegasnya.
Untuk kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan), bertambah sebanyak 261 kasus, totalnya menjadi 18.768 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.659 orang masih dipantau, 13.021 orang sudah tidak dipantau dan 55 orang ODP yang meninggal dunia.
Ditambahkan, masih ada ODP yang jumlahnya meningkat. Sebagai catatan dari berbagai daerah yang potensial untuk positif itu ada sekitar 10 persen.
"Jadi hal seperti ini harus kita lakukan telaah lebih komprehensif apa yang bisa kita lakukan untuk pencegahan, pengurangan dan penghentian penyebaran Covid19 di Jatim,” ajak Gubernur perempuan itu.(*)
Editor : Redaksi