Kamis, 15 Okt 2026 00:17 WIB

KAI Daop 8 Surabaya Geber Perbaikan Jalur Kereta Jelang Libur Nataru

KAI Daop 8 Surabaya genjot perbaikan prasarana rel dan jembatan sejak Oktober 2026. INPhoto/Humas KAI
KAI Daop 8 Surabaya genjot perbaikan prasarana rel dan jembatan sejak Oktober 2026. INPhoto/Humas KAI

SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mulai memperketat keandalan jalur kereta api di wilayah operasionalnya. Langkah ini diambil lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas warga pada libur Natal dan Tahun Baru.

Proyek perbaikan masif yang bergulir sejak awal Oktober 2026 ini menyasar belasan titik krusial. Pengerjaannya meliputi penggantian rel, bantalan, wesel, perbaikan geometri jalur, penataan jalan perlintasan, hingga penguatan tubuh baan serta sistem drainase.

Tidak hanya itu, petugas di lapangan juga memperbarui konstruksi jembatan serta menambah jalur di emplasemen Surabaya Pasarturi. Peremajaan serupa turut menyasar area Kalimas, Sidotopo, serta lintas Malang-Blitar dan Waru-Sidoarjo.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa seluruh rangkaian perbaikan ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.

"Keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama kami. Melalui peningkatan prasarana secara berkelanjutan, kami berupaya memastikan kondisi jalur dan komponen pendukungnya tetap andal," ujar Mahendro, Rabu (14/10).

Konsekuensi dari proyek perbaikan ini membuat perjalanan kereta api harus memperlambat laju di 16 titik operasional. Kebijakan pembatasan kecepatan tersebut berpotensi memicu penyesuaian jadwal serta keterlambatan perjalanan.

Manajemen kereta pelat merah itu memastikan telah menyusun pola operasi khusus untuk meminimalisir gangguan bagi penumpang.

"Kami memohon maaf atas potensi keterlambatan dan ketidaknyamanan yang mungkin dialami pelanggan selama pekerjaan berlangsung," imbuhnya.

Pihak operator menyarankan masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kereta api agar lebih cermat merencanakan jadwal. Calon penumpang diminta memperhitungkan potensi penyesuaian waktu tempuh dan terus memantau informasi resmi perjalanan.

 

Editor : Alim Kusuma