Minggu, 02 Agu 2026 12:05 WIB

DPD MATRA Lamongan Resmi Dilantik, Siap Jaga Warisan Budaya Daerah

DPD MATRA Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Pendopo Lokatantra, Sabtu (1/8/2026). INPhoto/Humas Matra
DPD MATRA Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Pendopo Lokatantra, Sabtu (1/8/2026). INPhoto/Humas Matra

LAMONGAN, INFONEWS.ID - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Pendopo Lokatantra, Sabtu (1/8/2026). Usai dilantik, kepengurusan baru langsung menegaskan komitmen memperkuat pelestarian adat, budaya, seni, dan kearifan lokal melalui kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat.

Prosesi pelantikan dihadiri Ketua DPP MATRA Koordinator Wilayah Jawa, jajaran DPW MATRA Jawa Timur, Bupati Lamongan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan lintas agama, organisasi kemasyarakatan, kepala OPD, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pengurus MATRA dari sejumlah daerah di Jawa Timur.

Ketua DPD MATRA Lamongan, KRTH. Sumbodo Kusumo Citraningrat, mengatakan organisasi yang dipimpinnya hadir untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

"Pengurus DPD MATRA Lamongan berkomitmen melestarikan dan memajukan adat, budaya, seni, serta tatanan kehidupan masyarakat agar tetap terjaga. Setelah pelantikan, kami segera melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, termasuk memperkenalkan MATRA kepada masyarakat luas," ujarnya.

Menurut Sumbodo, konsolidasi internal akan menjadi agenda awal sebelum menjalankan berbagai program pelestarian budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Pelantikan juga diwarnai sejumlah prosesi sarat makna. Salah satunya penyatuan tanah dan air dari 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan yang kemudian ditanam di halaman Pendopo Lokatantra. Ritual tersebut menjadi simbol persatuan seluruh wilayah dalam menjaga jati diri dan membangun Lamongan yang berbudaya.

Pada kesempatan yang sama, MATRA memberikan penghargaan kepada 41 juru kunci makam leluhur di Lamongan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka merawat situs bersejarah dan menjaga tradisi yang diwariskan para pendahulu.

Tak berhenti di situ, MATRA juga berencana melakukan pendataan dan registrasi terhadap para juru kunci sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya daerah.

Nuansa budaya semakin terasa melalui penyajian tiga tumpeng dengan komposisi yang merepresentasikan angka sembilan. Simbol itu dimaknai sebagai lambang persatuan, kekuatan, dan semangat bersama dalam menjaga kekayaan budaya Lamongan.

Momentum pelantikan juga dimanfaatkan untuk meluncurkan buku hasil kajian budaya berjudul Busana Khas Lamongan (BKL). Buku tersebut diserahkan kepada Bupati Lamongan, DPW MATRA Jawa Timur, DPD MATRA Lamongan, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan sebagai referensi pengembangan kajian budaya di masa mendatang.

Sumbodo berharap kehadiran buku tersebut dapat memacu lahirnya penelitian budaya lainnya sehingga kekayaan tradisi Lamongan semakin terdokumentasi dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa lintas agama sebagai simbol persatuan. Sumbodo juga mengapresiasi dukungan seluruh pengurus, Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan berbagai elemen masyarakat yang telah menyukseskan pelantikan DPD MATRA Lamongan.

"Kolaborasi seluruh elemen menjadi modal utama untuk menjaga kelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal sehingga tetap menjadi identitas masyarakat Lamongan," pungkasnya.

Editor : Alim Kusuma