SURABAYA, INFONews.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/7). Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800.1.3.3/2346/204/2026 tertanggal 13 Juli 2026.
Keenam pejabat yang dilantik adalah:
R. Heru Wahono Santoso sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jatim
Iwan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim
Budi Raharjo sebagai Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jember
I Nyoman Gunadi sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jatim
Arif Endro Utomo sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKPCK) Provinsi Jatim
Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim.
Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa rotasi jabatan ini merupakan bagian dari penataan organisasi untuk meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik.
“Kita ingin membangun akuntabilitas dan mempercepat layanan di semua lini agar pelayanan kepada masyarakat semakin akuntabel, efektif, transparan, dan profesional,” ujar Khofifah.
Fokus Transformasi Digital
Khofifah secara khusus meminta para pejabat baru untuk mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik. Menurutnya, pola pelayanan yang masih mengandalkan tatap muka (face to face) harus dikurangi secara bertahap.
“Percepatan transformasi digital adalah strategi utama kita. Layanan berbasis sistem digital harus lebih cepat, mudah diakses, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dengan digitalisasi, Khofifah meyakini potensi penyimpangan dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan akuntabilitas dan kepuasan masyarakat.
Selain itu, Khofifah mengingatkan seluruh pejabat untuk menjaga integritas dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan setiap hari.
Khofifah juga mendorong para kepala dinas dan badan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga mitra internasional.
“Bangun jaringan yang kuat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Di tengah penyesuaian anggaran, Gubernur Khofifah meminta agar kualitas kinerja tetap terjaga. Ia mendorong inovasi melalui skema creative financing sebagai alternatif pembiayaan pembangunan tanpa mengorbankan manfaat bagi masyarakat.
Khofifah menjelaskan bahwa pelantikan ini murni rotasi sesuai kebutuhan organisasi, bukan promosi. Jabatan yang ditinggalkan akan diisi sementara oleh Pelaksana Tugas (Plt.) sambil menunggu proses seleksi lebih lanjut.
Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Adhy Karyono, Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansa, serta perwakilan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). (*)
Editor : Tudji Martudji