Prajurit Yonif 3 Marinir Uji Presisi Senjata Bantuan di Baluran

Reporter : Ainul Yakin
Prajurit Yonif 3 Marinir melaksanakan uji tembak senjata bantuan Mortir 81 MM dalam Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) TA 2026 di Puslatpur 5 Baluran. INPhoto / Dispen Kormar

SITUBONDO, iNFONews.ID - Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 3 Marinir terus mengasah kemampuan tempur melalui Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) Tahun Anggaran 2026 dengan fokus pada uji ketepatan dan presisi senjata bantuan. Kegiatan ini dilaksanakan di daerah latihan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/04/2026).

Latihan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus memastikan kesiapan teknis seluruh alutsista yang digunakan. Melalui kegiatan ini, Yonif 3 Marinir berupaya menstandarisasi kemampuan tempur prajurit sebelum diterjunkan dalam berbagai penugasan ke depan.

Dalam pelaksanaannya, materi utama yang diberikan adalah penembakan lintas lengkung menggunakan mortir kaliber 81 mm produksi Pindad dan Serbia, serta mortir 60 mm varian Tampella, Serbia, dan Long Range. Penggunaan teknologi optik sistem bidik mortir juga dioptimalkan guna menjamin akurasi tembakan hingga jarak 2 kilometer. Hal ini bertujuan agar setiap proyektil yang ditembakkan mampu mengenai sasaran secara tepat dan efektif dalam mendukung pasukan di garis depan.

Tak hanya mortir, latihan juga mencakup peningkatan intensitas tembakan menggunakan senjata GPMG dan MK 3. Sementara itu, kemampuan penghancuran target diperkuat melalui penggunaan senjata RPG-7, MGL, RXGL, dan GLM. Kombinasi berbagai senjata bantuan tersebut dirancang untuk melumpuhkan konsentrasi musuh, menghancurkan kendaraan lapis baja, hingga meruntuhkan posisi pertahanan yang kuat melalui pola serangan terintegrasi.

Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Letkol Marinir Iskandar Muda, menegaskan bahwa tujuan utama latihan ini adalah tercapainya kepastian perkenaan tembakan yang maksimal. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kemampuan prajurit dengan keandalan sistem persenjataan.

“Melalui latihan yang intensif dan terukur, kami ingin seluruh prajurit ‘Hiu Petarung’ memiliki kepercayaan diri tinggi terhadap alutsista yang digunakan. Dengan demikian, kesiapan tempur satuan akan semakin optimal dalam menghadapi berbagai tugas operasi ke depan,” ujarnya.

Dengan digelarnya latihan ini, Yonif 3 Marinir menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesiapsiagaan dan profesionalisme sebagai pasukan pendarat amfibi yang tangguh, presisi, dan siap menghadapi segala bentuk tantangan tugas negara.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru