Abah Tohir: Saya siap dan selalu mengawasi

SPPG Yayasan Darul Ibad An Nabawi di Jalan Bangunsari Surabaya Resmi Dibuka, 50 Relawan Turut Mengabdi 

Reporter : Tudji Martudji
SPPG di Jalan Bangunsari, Kel Dupak, Kec Krembangan resmi dibuka, ditandai potong tumpeng dan peninjauan sarana prasarana pendukung (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, iNFONews.ID - Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Darul Ibad An Nabawi di Jalan Bangunsari, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya resmi dibuka. Peresmian penggunaan SPPG di Surabaya itu ditandai dengan pemotongan tumpeng nasi kuning, Sabtu (11/4/2026). 

Muhammad Tohir pemilik dan penanggung jawab yang juga pengelola SPPG, usai bersama-sama memotong pita, dilanjutkan potong tumpeng kemudian diberikan kepada petugas pengawas SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN) Kecamatan Krembangan. Prosesi itu disaksikan pihak terkait, unsur dari kelurahan, kecamatan, Babinkamtibmas, Babinsa sejumlah lainnya. 

Untuk diketahui Berdasarkan struktur BGN, pengawasan kegiatan program makan bergizi di tingkat wilayah, termasuk Kecamatan Krembangan itu dilakukan di bawah koordinasi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, yakni Dadang Hendrayudha. Termasuk, Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Krembangan, Wahyu Widayat, dan Camat Krembangan, Harun Ismail. 

"Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini SPPG yang dikelola Yayasan Darul Ibad An Nabawi di Jalan Bangunsari, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya resmi dibuka," ucap pembawa acara, diiringi tepuk tangan. 

Mereka kemudian melihat langsung, satu persatu ruangan dan kelengkapan yang disiapkan. Setiap sudut dan peralatan tak luput dari perhatian dan diambil fotonya oleh petugas, termasuk pengawas dari BGN. 

"Sementara, SPPG ini melayani sekolah-sekolah sekitar sini saja. SD Muhammadiyah, satu SD Negeri dan lainnya sekolah swasta," kata Muhammad Tohir. 

Ditambahkan oleh Abah Tohir -Sapaan Muhammad Tohir - sesuai yang telah terdaftar ada sekitar 4 ribu lebih jumlah yang akan menerima manfaat pelayanan. 

"Yang sudah terdaftar 4 ribu lebih, namun kita maksimalnya (melayani) 3 ribu. Insyaallah sisanya dibagikan ke MBG yang lain. Dan, sementara ini karena masih baru, berjalan di dua minggu pertama ini sekitar seribu seratus lima puluh. Baru nanti setelah dua minggu kita akan tambah," terangnya, sambil menyebut dimungkinkan layanan akan bertambah ke wilayah sebelah, yakni Bandarejo dan Purwodadi, yang saat ini masih di lingkup sekitar Bangunsari.

Abah Tohir menyebut lokasi tersebut merupakan bangunan milik pribadi, yang sebelumnya dipakai areal parkir. Ukurannya luasnya disebut melebih batas yang ditentukan sesuai aturan. Sebagai mitra, Abah Tohir menyebut fasilitas termasuk berbagai peralatan dapur dan lainnya sudah maksimal. 

"Renovasi tidak terlalu besar biayanya, karena bangunan memang sudah ada. Istimewanya, ukuran bangunan ini 25 meter kali 20 meter atau 500 meter, yang mestinya 20 meter kali 20 meter jadi sudah melebihi ketentuan," terangnya. 

Ditanya untuk pasokan bahan kebutuhan mentah atau dasar, ia mengaku tidak kesulitan lantaran sudah menjalin dengan pemasok kebutuhan, dari supliyer. Dikatakan ada 15 supliyer. Diakui, untuk bahan kebutuhan dasar memang tidak gampang didapat, namun pihaknya terus mengawasi untuk mendapatkan bahan kebutuhan yang bermutu baik. 

"Kita sama-sama kerja sama terutama dengan ahli gizi untuk mendapatkan barang kebutuhan yang bagus," tegasnya optimis, untuk menjaga mutu dan yang dirasakan masih normal. 

Sebagai mitra BGN dirinya mengaku tidak tinggal diam, akan terus selalu memantau. Mulai mutu barang yang dibeli, pengolahan dan hingga dibagikan ke sekolah-sekolah. 

Dirinya mengaku siap jika disekitar lokasi SPPG ada masyarakat kelas UMKM yang bisa berperan dengan terbuka dia sanggup untuk bekerjasama. 

Ada sebanyak 50 relawan yang turut aktif bekerja di SPPG Bangunsari, dia menyebut jumlah peminat sangat antusias dan dirinya pun dengan selektif dan bijak menyelesaikan atau menampung tenaga warga sekitar untuk bekerja di SPPG yang dikelola. 

Diakhir, dia pun berharap semua pihak bersinergi mensukseskan program MBG yang dilakukan oleh Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo tersebut. Jika ada yang kurang tepat, ia meminta untuk disampaikan agar ada pembenahan. Tidak sebaliknya, mencari kesalahan yang tanpa solusi yang dampatnya membuat gaduh. 

Untuk diketahui, di Kecamatan Krembangan sudah berdiri SPPG, diantaranya 

• SPPG Dupak: Jl. Dupak Bangunsari No.27-29, Kec. Krembangan.

• SPPG Perak Barat: Jl. Tanjung Sadari No. 48, Kel. Perak Barat, Kec. Krembangan.

SPPG Kembangan Selatan: Jalan Sriti No. 2, Kec. Krembangan. 

Pemantauan di wilayah ini juga didukung oleh aparat pemerintah setempat seperti Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Krembangan, Wahyu Widayat dan Camat Krembangan, Harun Ismail. (*) 

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru