MALANG, iNFONews.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mematok target ambisius untuk mendominasi industri perbankan daerah.
Melalui Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 yang berlangsung di Malang, bank dengan kode emiten BJTM ini merumuskan peta jalan guna menggeser peta persaingan dan menjadi BPD nomor satu di Indonesia pada 2030.
Baca juga: Satu Abad NU, Prabowo Sebut Nahdlatul Ulama Benteng Terakhir NKRI
Mengusung tema “Audacity to Fly Higher”, Bank Jatim berupaya mendongkrak seluruh parameter kinerja, mulai dari penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran kredit berkualitas, hingga lonjakan laba bersih.
Langkah ini menjadi bagian dari lompatan strategis perusahaan untuk keluar dari zona nyaman di tengah kompetisi digital yang semakin ketat.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyatakan bahwa visi menjadi pemimpin pasar ini merupakan komitmen jangka panjang bagi ekonomi Jawa Timur.
Ia menyebut tahun 2026 sebagai momentum krusial untuk menyelaraskan langkah seluruh personel atau "Jatimers" agar bekerja lebih lari.
“Kami menargetkan Bank Jatim meraih posisi puncak pada seluruh parameter di tahun 2030. Ini mencakup volume aset, efisiensi likuiditas, hingga pertumbuhan laba yang konsisten,” ujar Winardi dalam keterangannya di Hotel Grand Mercure Mirama Malang, Sabtu (7/2).
Baca juga: Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata
Untuk mengejar target tersebut, manajemen meluncurkan formula strategi 3-2-1. Skema ini mencakup tiga pilar bisnis utama: pengejaran dana murah (low cost funding), penyaluran kredit yang efisien, dan penguatan transaksi digital.
Dua faktor pendukung (enabler) yang disiapkan meliputi perbaikan tata kelola (GRC) serta pembaruan sistem teknologi informasi demi menjamin keamanan transaksi nasabah.
Sementara pilar terakhir berfokus pada pengembangan sumber daya manusia agar lebih adaptif terhadap perubahan industri.
“Melalui implementasi strategi 3-2-1, daya saing perusahaan akan meningkat tajam. Kami ingin memastikan setiap langkah memberikan nilai tambah konkret bagi pemegang saham dan nasabah,” tambah Winardi.
Baca juga: Kolaborasi Sandiaga & Eri di Ruang Tumbuh Bisnis Akademi, Hadirkan Pengusaha Sukses Berkualitas
Dukungan serupa datang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia menilai peran Bank Jatim sangat vital sebagai mesin penggerak ekonomi daerah, terutama dalam mengawal pelaku UMKM agar naik kelas.
“Bank Jatim harus terus memastikan UMKM memiliki daya saing. Keberhasilan mereka masuk ke pasar global melalui misi dagang adalah bukti bahwa pola pendampingan yang ada sudah berjalan efektif,” kata Khofifah.
Menurutnya, keterlibatan bank dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil menjadi kunci ketahanan ekonomi Jawa Timur di masa depan.
Editor : Alim Kusuma