Ulas Women Support Women, Ning Lia Tampilkan Potret Positif Khofifah

infonews.id
PAC Fatayat NU Kertosono, di acara ini juga diulas peran perempuan yang menyokong perubahan dan kemajuan bangsa dan negara (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Surabaya - Wacana Women Support Women (WSW) terus menjadi atensi publik. Beragam ruang publik hingga konten sosial media pun turut menyuarakan spirit WSW tersebut.

Salah satu ruang tersebut yang ditunjukkan oleh PAC Fatayat NU Kertosono, Nganjuk, pimpinan Yumrotun Nafi’ah. Yakni, melalui seminar bertema "Egalitarian Kepemimpinan Perempuan Di Era Digitalisasi Menuju Pesta Demokrasi Yang Madani", (5/11/2023).

Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Sekretaris MUI Jatim Dr. Lia Istifhama, Dosen UIN Satu Tulungagung Arifah Milati Agustina, M.H.I., dan Ketua Muslimat Kertosono yang sekaligus muballighah nyai Juwariyah, M.Pd.I.

Ning Lia dalam kesempatan itu menyampaikan pentingnya spirit women support women untuk diimplementasikan secara maksimal di tengah tahun politik.

“Seperti diketahui, di Jawa Timur saja, dari 31,5 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Tahun 2024, jumlah perempuan lebih dari laki-laki, yaitu 15,8 juta, sedangkan laki-laki 15,4 juta. Sama seperti 2019, jumlah pemilih perempuan juga lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yaitu 15,7 juta sedangkan laki-laki 15,2 juta. Namun, hasil pemilu tetap menunjukkan dominan pada kaum laki-laki yang berhasil duduk di kursi parlemen.”

“Maka, disinilah penting kita bangun dan perkuat spirit Women Support Women agar semakin tinggi kesempatan kaum perempuan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis, terutama politik.”

Pentingnya perempuan, disinggungnya karena perempuan sosok yang memiliki empati tinggi.

“Dijelaskan olehpsikoanalis Sabina Spielrein, bahwa psike (jiwa) perempuan terbentuk dari hubungan-hubungannya dengan orang lain secara khas karena memiliki kemampuan berempati. Tingginya empati inilah yang membuat perempuan lebih mengingat kebaikan orang lain dan lebih mampu menghargai.”

Secara lugas, ia kemudian mencotohkan sosok Khofifah dalam pengimplementasian jiwa empati perempuan.

“Saya beberapa kali bertemu orang-orang yang mana mereka menyampaikan ungkapan terimakasih atas kebaikan bu Khofifah melalui saya. Banyak dari mereka menceritakan kebaikan beliau yang memang dikenal sangat merakyat dan memiliki welas asih tinggi. Nah dari sinilah kita dapat mengambil hikmah, bahwa kebaikan akan terus mengalir dan dikenang.”

“Ketika sosok perempuan, contohnya bunda Khofifah, melakukan kebaikan lantas diingat oleh orang lain, itu menjadi teladan yang kemudian ditiru oleh lainnya agar sama-sama menjalankan kebaikan kepada sesama. Disinilah salah satu wujud nyata women support women. Kalau kita mendukung kiprah kaum perempuan, Insya Allah akan semakin kuat kebaikan yang dapat dilakukan oleh sesama perempuan," urai Ning Lia.

Putri (almarhum) KH Masykur Hasyim tersebut juga menambahkan pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan culture of peace atau budaya damai di tengah tahun politik.

“Menghadapi tahun politik, maka penting bagi kita semua kaum perempuan untuk menopang culture of peace atau budaya damai. Bagaimana proses demokrasi dengan segala riuhnya kontestasi serta kompetisi poltik, tetap damai dan aman. Damai disini salah satunya adalah adanya kepercayaan satu sama lain, terutama pada negara,” terangnya.

Aktivis tersebut juga menambahkan pentingnya mewujudkan masyarakat madani.

“Mewujudkan masyarakat madani, atau istilahnya 'benevolent society', yaitu masyarakat kebajikan dan beradab, maka dibutuhkan peran penting kaum perempuan. Ditarik dari teori kepribadian atau Trait Theory oleh Gordon Allport, bahwa kepribadian dibentuk sejak dini, itu yang menentukan karakternya kelak, apakah menjadi pribadi yang unggul dan mampu menjadi pemimpin atau tidak.”

“Maka, kita semua kaum ibu harus menjaga mental anak sejak dini, yaitu mental saling menghormati, tidak saling membenci, dan tangguh. Mari kita siapkan anak-anak kita sebagai calon pemimpin, sebagaimana prinsip syubbanul yaum rijaul ghod," pungkasnya. (inf/lia/red)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru