Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan

Reporter : Tudji Martudji
Gubernur Khofifah menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, INFONews.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Pertemuan membahas peluang kerja sama di berbagai bidang, antara lain perdagangan, investasi, industri manufaktur, pertanian, perikanan, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran budaya, serta kemungkinan pembentukan sister province.

Khofifah menyatakan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi terbesar kedua di Indonesia. Provinsi ini didukung industri manufaktur yang kuat, pertanian modern, perikanan, logistik, dan sumber daya manusia yang kompetitif.

“Kami menerima kunjungan kehormatan Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Maroko. Banyak hal produktif yang kami bahas, mulai dari perdagangan, industri manufaktur, agro, perikanan, pendidikan termasuk peluang beasiswa ke Maroko, hingga berbagai kerja sama strategis lainnya,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik peluang tersebut dan siap menindaklanjutinya melalui komunikasi intensif agar terwujud dalam program konkret.

Khofifah juga menyinggung sejarah panjang hubungan Indonesia-Maroko yang berakar sejak perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika dan diperkuat oleh kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko pada 1960. Ia menyebut Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, yang didirikan pada 859 M oleh Fatimah Al-Fihri dan saudarinya Maryam Al-Fihri, sebagai inspirasi dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Redouane Houssaini menyampaikan belasungkawa atas musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang Mutiara Santosa II di perairan Madura. Ia juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan Jawa Timur, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Khofifah berterima kasih atas perhatian tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses evakuasi masih berlangsung. Dari lima korban yang telah dievakuasi, satu orang terkonfirmasi meninggal dunia dan teridentifikasi sebagai warga Tulungagung.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum dipanggil Allah SWT dalam keadaan husnul khatimah dan seluruh korban lainnya yang masih dalam proses evakuasi diberikan keselamatan,” kata Khofifah.

Dubes Maroko menilai Jawa Timur memiliki potensi ekonomi besar dan posisi strategis untuk kemitraan jangka panjang. Pembahasan mencakup perdagangan, investasi, pendidikan, pertukaran budaya, smart city, serta penjajakan kerangka kerja sama formal.

Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kerajaan Maroko membuka peluang beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari Jawa Timur. Kedua pihak juga mulai membahas penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama.

“Kami optimistis hubungan yang mulai dibangun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maroko maupun Jawa Timur,” kata Redouane Houssaini. (*)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru