SURABAYA, INFONews.ID – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Fuad Bernardi, menyimak berbagai pertanyaan dan harapan warga dalam acara Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026. Kegiatan digelar di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Surabaya 1, tepatnya di Jalan Gayatri Trem 24, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jumat petang, (31/7/2026).
Fuad menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Kita akan terus menindaklanjuti secara rutin. Nanti realisasinya ada yang dalam waktu dekat, tapi ada juga yang butuh waktu. Memang ada langkah-langkah yang harus dilakukan. Intinya, apa pun keluhan masyarakat, kita akan menjembatani,” ujar Fuad disambut tepuk tangan warga.
Selain warga setempat, hadir pula Ketua RW 10. Pertanyaan muncul dari RT 7, terutama terkait problematika remaja atau Gen Z. Banyak di antara mereka membutuhkan wadah konseling atau konsultasi, terutama untuk persoalan kejiwaan yang sulit diselesaikan sendiri. Konseling ke rumah sakit pun belum menjadi pilihan yang mudah diakses.
Menanggapi hal tersebut, Fuad mengusulkan pemanfaatan masjid sebagai pusat kegiatan sekaligus tempat konseling bagi anak muda maupun orang dewasa. “Seperti yang disampaikan Pak RW tadi, dengan memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan sekaligus tempat konseling, tidak perlu sewa tempat. Nanti saya akan koordinasi dengan RT dan RW, apakah bisa dijadwalkan secara rutin atau sesuai jumlah peserta,” jelasnya.
Warga juga mengharapkan dukungan agar kampung mereka lebih produktif. Ibu-ibu menyatakan kesiapan menerima pesanan masakan, kue, dan layanan untuk berbagai acara. Dari RT 3 muncul permintaan pengeras suara untuk dua masjid. Peluang kerja bagi anak muda turut menjadi perhatian. Fuad menjabarkan peluang tersebut melalui pembentukan “Rumah Remaja” sebagai wadah kreativitas generasi muda.
Ketua RT setempat mengapresiasi gagasan tersebut. “Dari uraian Pak Fuad, persoalan remaja yang berhubungan dengan rumah sakit kejiwaan memang dominan. Kalau remaja ini dibina, dibantu, dan diarahkan, akan membantu kelancaran bernegara. Seperti kata Bung Karno, beri saya sepuluh pemuda terbaik, saya akan guncang dunia,” katanya.
Fuad memastikan usulan itu akan segera ditindaklanjuti. “Segera kita tindaklanjuti. Nanti kita lakukan komunikasi dengan ketua RT dan Ketua RW, lalu dijadwalkan secara rutin atau sesuai jumlah peserta,” pungkasnya.
Salah seorang peserta yang rumahnya digunakan sebagai lokasi acara, Mbak Sari (DR dr. Hewan, M.Si.), yang saat ini berprofesi sebagai sopir taksi, menaruh harapan besar. “Saya harap Mas Fuad bisa mendukung cita-cita warga, menjadikan kampung ini produktif, agar warganya bermanfaat dan membawa kemajuan bagi Surabaya serta Jawa Timur,” ujarnya.
Acara ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa oleh Ustadz Supriadi.
Editor : Tudji Martudji