Jumat, 06 Feb 2026 03:12 WIB

Squad PBI Bersama Relawan Ngopi Bareng di Kampung Bungin

Squad PBI dan Relawan gelar ngopi bareng di International Volunteer Day (IVD) 2025 (IN/PHOTO: HUMAS)
Squad PBI dan Relawan gelar ngopi bareng di International Volunteer Day (IVD) 2025 (IN/PHOTO: HUMAS)

BEKASI, INFONews.ID - Dalam rangka menyambut International Volunteer Day (IVD) 2025 yang akan dilaksanakan pada 21–23 November 2025, Squad PBI bersama para relawan mengadakan kegiatan ngopi bareng di Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Bekasi.

 

Ini bertujuan guna mempererat hubungan antar lembaga, komunitas dan organisasi sekaligus merumuskan langkah nyata untuk membantu masyarakat pesisir menghadapi tantangan lingkungan yang mereka alami sehari-hari.

 

Kampung Bungin dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki karakter geografis yang unik dan penuh tantangan. Terletak di kawasan pesisir yang sebagian besar wilayahnya berdiri di atas hamparan perairan, kehidupan masyarakat di sini sangat bergantung pada laut dan kondisi cuaca. 

 

"Mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan, sehingga perubahan iklim, gelombang tinggi, dan banjir rob menjadi tantangan yang terus dihadapi. Selain itu, isu pengelolaan sampah, keterbatasan air bersih, dan risiko abrasi juga menjadi perhatian utama yang mendorong kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Bungin," ujar Ketua Squad PBI, Subur Rojinawi, Senin (20/10/2025).

 

Dengan ngopi bareng bersama lembaga, komunitas, dan organisasi serta berdiskusi menyusun rencana aksi nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, diakui akan semakin bermanfaat. 

 

Beberapa langkah yang disepakati antara lain:

1. Gerakan bersih pesisir dan penanam pohon mangrove guna mengurangi abrasi

2. Edukasi lingkungan dan kebencanaan, agar generasi muda lebih sadar pentingnya menjaga alam.

3. Pemberdayaan relawan lokal melalui pelatihan tanggap bencana dan konservasi lingkungan.

Kegiatan ini juga diisi dengan sambutan dari Plt. Deputi Bidang Pencegahan, Pangarso Suryotomo, yang langsung memberi arahan untuk mengaplikasikan Pengelolaan Air Hujan sebagai Solusi Air Bersih melalui Komitmen Komunitas RAIN (Relawan Indonesia) yang bermitra dengan Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang sejak 2012 sudah mengkamoanyekan "Gerakan Panen Hujan". 

 

Subur Rojinawi juga mendukung gerakan ini, dan mengajak semua Mitra yang kurang lenih 270 (Lembaga,Organisasi, Komunitas) didi dalamnya, serta dihadiri TNI, Polri, BPBD, sejumlah tokoh setempat di antaranya, Rodin Ketua Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB), Basir Wakil Ketua Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB), Yuyun Ketua RT 001/RW 01 Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kemudian, Romo Adrianus Suyadi, SJ Direktur Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ), Beben Ketua Forum Koordinasi Relawan Kebencanaan (FKRK) Kabupaten Bekasi, Adit BPBD Kota Bekasi, B. Sulistyono A.R LDD-KAJ, Fasilitator PRBBK Kampung Bungin.

 

Mereka sangat antusias dan apresiasi penuh harapan untuk bersama-sama menjadikan IVD 2025 di Kampung Bungin sebagai momentum perubahan.

 

Suasana diskusi berjalan santai dan penuh makna. Setiap peserta diberi ruang untuk berbagi ide dan pengalaman tentang memperkuat semangat kerelawanan di masyarakat pesisir. 

 

"Dari perbincangan ini lahir komitmen bersama bahwa aksi relawan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

 

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antar instansi dan komunitas. Dengan semangat gotong royong yang mengakar kuat, pelaksanaan International Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin diharapkan menjadi peran penting dalam membangun ketangguhan masyarakat pesisir dan menunjukkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

 

Melalui aksi nyata yang dirancang sesuai dengan potensi wilayah, para relawan bertekad menjadikan Kampung Bungin sebagai contoh bagaimana kepedulian, kolaborasi, dan aksi lingkungan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masyarakat yang tangguh, berdaya, dan peduli terhadap alam. (*) 

Editor : Tudji Martudji