Jumat, 13 Feb 2026 06:37 WIB

Zero Zona Merah, Pangdam V Brawijaya : Tegakkan PPKM

INPhoto/Pool
INPhoto/Pool

INFONews.id I Surabaya - Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suhatyanto bersama Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa pimpin rapat koordinasi membahas tentang antisipasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan evaluasi Operasi Penanganan Covid 19 serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), di Gedung Bina Yudha Kodam V/Brawijaya, Rabu (2/6/2021).

Rakor yang diikuti oleh para Danrem dan para Dandim jajaran serta Forkompimda Kab/Kota se Jatim.

Rapat di Pimpin Sekda Prov Jatim Bpk. Heru Tjahyono sebagai moderator diawali penyampaian dr. Jony yang memaparkan up date data covid 19 di Prov Jatim. Dimana kecenderungan data ada kenaikan baik dari kasus positif, maupun kasus meninggal, dilanjutkan pemaparan dari Pangdam V/ Brw yang intinya sampai tanggal 2 Juni 2021 sudah terdata 12.203 PMI masuk ke Jatim dan akan bertambah lagi.

Untuk itu, kata Pangdam  harus mengantisipasinya Selanjutnya terkait dengan PPKM, ditekankan agar para Dansatgas memperketat pelaksanaan PPKM. Meningkatkan Disiplin Protokol Kesehatan di tempat-tempat konsentrasi masyarakat. Jumlah pengunjung di tempat keramaian agar dibatasi maksimal 50%.

"Petugas baik dari TNI maupun Polri agar dilengkapi dengan megaphone untuk terus mengingatkan dan menyampaikan himbauan yang menyejukan terkait disiplin Protokol Kesehatan,”ujar Pangdam.

Sampai dengan saat ini di Jatim tidak terdapat wilayah dengan zona merah, agar diperhatikan terutama daerah dengan zona orange jangan sampai bergeser ke zona merah dengan cara menegakkan Prokes dan batasi kegiatan kerumunan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

TNI bersama-sama Polri, Toga, Tomas, Todat dan Pemda serta Instansi terkait lainnya melaksanakan penegakkan aturan tentang larangan berkumpul ditempat-tempat keramaian dalam rangka menekan penyebaran Covid 19.

Diakhir Rakor, Pangdam V/Brw penyampaikan penekanan kepada para Danrem selaku Dansatgas dan para Dandim selaku Dansubsatgas agar selalu berkoordinasi dengan Pemda terutama masalah dukungan anggaran. Karena anggaran ini sesuai petunjuk BNPB maupun dari Kemendagri agar dari Pemerintah Daerah termasuk tempat-tempat Isolasi.

Para Danrem dan para Dandim agar bekerjasama untuk mengantisipasi tempat-tempat perbelanjaan seperti pasar, Swalayan dan tempat keramaian bila terjadi penumpukan agar segera diurai.

"Utamakan pencegahan, karena kalau sudah meledak kita mempunyai keterbatasan baik dari segi anggaran, infrastruktur kesehatan dan tenaga medis yang tidak mampu lagi mengatasi ledakan Covid-19 tersebut. Sehingga kita usahakan pencegahan dengan cara menegakkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi