Paska Putusan Depkumham

AHY: Bisa memaafkan, tapi tidak bisa begitu saja dilupakan

AHY saat memberikan keterangan pers (Foto: IN/tudji)

INFOnews.id | Pasuruan - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, partainya selalu membuka peluang maaf bagi para kader yang sebelumnya membelot mengikuti KLB kubu Moeldoko, di Deli Serdang, 31 Maret 2021.

Pihaknya menyebut dan mengakui sebelumnya ada upaya-upaya pembegalan dan perampokan partai dengan cara-cara ilegal dan in konstitusional.

"Prinsipnya bisa memaafkan, tetapi tidak bisa begitu saja dilupakan. Forgive, but not forget. Itu prinsip umum," kata AHY saat menggelar konferensi pers di Pasuruan, Senin (5/4/2021). 

Dikatakan, pihaknya sangat berempati terhadap perasaan para kader PD se-Indonesia, pasca guncangan partai yang dialami.

"Motivasi kita adalah untuk menyelamatkan Partai Demokrat, bukan untuk sekedar elektabilitas. Kalau soal elektabilitas yang menjadi motifnya, saya khawatir malah gagal fokus, salah fokus dan tidak selesai," tegasnya.

Pasca kemelut KLB dan kepastian hukum yang didapat, pihaknya mengaku akan kembali fokus menata dan menyelamatkan partai, yang dipastikan dinantikan oleh jutaan orang kader partai.

"Kita akan fokus, tidak boleh sembarangan dan tidak boleh tidak serius. Dan tidak ada di bayangan kami kalau kemudian itu bisa berpengaruh ke elektabilitas," tambahnya.

Sementara, terkait munculnya pertanyaan soal elektabilitas partai, dirinya mengaku belum tahu persis hasil survei terbaru partainya, pasca KLB.

Pihaknya mengaku belum melihat, dikatakan sebelumnya PD sempat berada di tiga besar. Sebelumnya, sejumlah lembaga survei mencatat tren elektabilits PD semakin baik.

Ditambahkan, di kepemimpinan dirinya atau setahun sejak kongres PD yang digelar Maret 2020, elektabilitasnya semakin menguat, itu disebutkan juga berkat kerja serius para kadernya.

Sejumlah lembaga survei menempatkan PD di posisi ke 3 atau 4, yang sebelumnya di posisi ke 6 atau 7. Namun, untuk pasca KLB, pihaknya mengaku belum mendapat gambaran untuk posisi partai, khususnya soal posisi elektabilitas pastai.

"Namun, sebelumnya ada lembaga survei yang menempatkan Partai Demokrat dengan double digit," ucapnya.

Sementara, terkait pertanyaan rencana gugatan (PTUN) yang akan dilakukan oleh kubu Moeldoko, pihaknya tegas mengatakan, tidak mengkhawatirkannya.

"Saran saya, harus dipikir-pikir lagi, karena dikhawatirkan hasil PTUN akan mempermalukan mereka (kubu KLB). Jangan sampai nanti justru menggali lubang yang lebih dalam lagi,” tegas AHY. 

Seperti diberitakan, Kemenkumham menolak kepengurusan Moeldoko dkk, lantaran PD kubunya dianggap tidak memenuhi persyaratan hukum dan pemberkasan kelayakan partai. (tji/red)

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait