INFOnews.id | Surabaya - Pasukan khusus atau elit, begitu julukan yang erat melekat pada personel Pasukan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan). Pasukan elit ini terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan dan penggantian isolator konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga masyarakat Indonesia dapat tetap menikmati listriknya.
Terbentuk 10 November 1993, PLN memiliki pasukan PDKB yang tersebar se-Indonesia, terbagi menjadi PDKB Tegangan Extra Tinggi (TET), PDKB Tegangan Tinggi (TT), dan PDKB Tegangan Menengah (TM).
Saat ini PLN memiliki sebanyak 922 pasukan PDKB TM tersebar se-Indonesia. Sementara di Jawa Timur, jumlah personel PDKB TT sebanyak 60 personel, PDKB TM sebanyak 136 orang, yang terdiri dari PDKB TM metode berjarak 97 orang sementara personil PDKB TM metode sentuh langsung 39 orang.
Muhammad Arif Syaifudin, personel PDKB TM dari UP3 Surabaya Selatan mengaku, awalnya bergabung dengan tim PDKB, ia mengaku merasa sedikit nervous dan takut, tapi lama kelamaan bekerja di PDKB itu dirasa ia mengasyikan dan membanggakan baginya.
"Perasaan itu muncul setelah tahu betapa pentingnya peran tim PDKB dalam menjaga kontinuitas penyaluran energi listrik dari sisi pembangkit sampai kepada konsumen," katanya.
Bersama dengan rekan se-tim nya, Arif berhasil melakukan kegiatan penyambungan, pemeliharaan dan penggantian material konstruksi pada jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) dan menyelamatkan 282.457,27 kWh dan prakiraan rupiah yang dapat diselamatkan Rp. 350.134.036,- mulai dari 1 November hingga saat ini.
Total personel UP3 Surabaya Selatan sebanyak 13 personel, 8 personel untuk metode berjarak, 5 personel untuk metode sentuh langsung. Sama halnya dengan PDKB TM, PDKB TT melaksanakan pekerjaan seperti pengecekan dan pemeliharaan rutin kondisi tower, peralatan dan material di gardu induk serta melakukan perbaikan serta penggantian material di GI/GITET, jaringan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) dan jaringan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi).
Bekerja dalam keadaan bertegangan sudah pasti penuh dengan risiko, oleh karena itu personel PDKB memiliki pedoman K3 atau kesehatan, keamanan dan keselamatan dalam bekerja berupa K3 Personel, K3 Peralatan dan K3 Instalasi.
K3 personel ini selalu memakai peralatan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu wear pack (pakaian kerja), conductive suit complete, conductive shoes, helm, safety shoes, safety gloves, safety glasses, lanyard, harnes, handy talky, rompi pengawas pekerjaan, rompi pengawas K3, termasuk melakukan general check up rutin dan dinyatakan lulus untuk bekerja.(ton)
Editor : Redaksi