LANAL Yogyakarta

Cara TNI AL Turut Cegah Penyebaran COVID-19 di Yogyakarta

TNI-AL bagikan sarana dan prasarana kepada masyarakat pesisir selatan Yogyakarta (Foto: IN/Daru)

INFONews.id | Yogyakarta - Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau yang sebelumnya new normal di wilayah DI Yogyakarta justru dibarengi dengan meningkatnya kasus konfirmasi positif COVID-19 di 4 kabupaten dan 1 kota di Bumi Mataram.

Naiknya konfirmasi positif COVID-19 ini tentunya semua pihak dituntut untuk bekerja keras untuk bersama-sama mencegah penularan virus yang pertamakali menjangkiti warga di Kota Wuhan Tiongkok tak terkecuali TNI Angkatan Laut.

Pangkalan TNI Angkatan Laut, Yogyakarta yang memilik wilayah pantai sepanjang 112 kilometer dari pantai di Gunungkidul hingga pantai Kulon Progo tentunya juga dituntut untuk bersama-sama dengan stake holder terkait termasuk masyarakat menekan penularan COVID-19. Apalagi sebagian besar pantai selatan Yogyakarta menjadi tujuan obyek wisata pantai yang kini mulai dibuka bersamaan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

"Kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi wisatawan tentunya menjadi salah satu perhatian Lanal Yogyakarta agar jangan sampai terjadi penularan COVID-19 di obyek wisata pantai," kata Danlanal Yogyakarta, Kolonel Marinir Bambang Adriantoro, disela-sela acara Bakti Sosial Kesehatan TNI Angkatan Laut Dalam Rangkat Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Wilayah Kerja Lanal Yogyakarta yang dipusatkan di Posal Samas, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (28/7/2020).

Menurut Danlanal untuk mencegah penyebaran COVID-19, pihaknya turut membagikan sarana dan prasarana kepada masyarakat di pesisir pantai selatan Yogyakarta diantaranya bantuan berupa alat dan tandon cuci tangan sebanyak 15 unit, alat semprot atau sprayer desinfektan manual sebanyak 20 unit, alat semprot atau sprayer desinfektan mesin sebanyak 30 unit, dirigen cairan disinfektan 5 liter sebantak 200 buah dan batuan sembako sebanyak 1500 paket yang diberikan kepada masyarakat pesisir yang terdampak COVID-19.

"Kita juga secara masif melakukan sosialisasi terkait pencegahan penularan COVID-19 kepada masyarakat pesisir,"terangnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan dengan meningkatnya konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Bantul bersamaan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru maka, BPBD akan melimpahkan sebagian tugas BPBD untuk melakukan desinfeksi dan pemulasaran jenazah COVID-19 kepada FPRB yang ada di 75 desa di Kabupaten Bantul.‎

"Jadi mulai awal bulan Agustus mendatang kita akan melatih FPRB bagaimana cara melakukan desinfeksi yang benar termasuk, bahan standar yang digunakan agar tidak merusak lingkungan dan bagaimana cara menguburkan jenazah yang diindikasikan COVID-19," ujarnya.

Pelibatan FPRB untuk melakukan desinfeksi dan pemulasaran diharapkan masyarakat tidak berlebihan dan posesif dalam menghadapi COVID-19 karena masyarakat harus mulai hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Ini tugas bersama, kan masyarakat jika menghadapi pasien COVID-19 justru menjauhi bahkan mengucilkan. Kita kedepan bersama masyarakat menghadapi COVID-19, jangan sampai ada stigma yang negatif terhadap pasien positif COVID-19," terangnya. (hdw)

 

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait