SURABAYA, iNFONews.ID – Gerakan mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan mampu menjawab persoalan masyarakat menjadi arah yang ingin dibangun Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) SAINTEK Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Setelah resmi terbentuk pada awal Oktober 2026, kepengurusan komisariat tersebut dilantik pada Sabtu (17/10/2026) di Gedung Kadin Jawa Timur.
Pelantikan dipimpin Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani. Agenda dilanjutkan dengan rapat kerja untuk menyusun program sekaligus menentukan prioritas gerakan organisasi ke depan.
La Nyalla Mattalitti turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan kepada para kader agar konsisten menjaga idealisme, mengedepankan etika politik, dan berani menyuarakan kebenaran.
Ketua DPK GMNI SAINTEK UNESA, Zakky Firmansyah, mengatakan pembentukan komisariat tidak berhenti pada penguatan struktur organisasi. Lebih dari itu, GMNI SAINTEK UNESA ingin menjadi ruang pembelajaran dan penggemblengan kader yang memadukan ideologi Marhaenisme dengan kemampuan intelektual serta penguasaan ilmu pengetahuan.
Zakky menegaskan, latar belakang sains dan teknologi yang dimiliki mahasiswa harus dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya menjadi bekal dalam kegiatan akademik.
“Untuk itu, kami membawa visi mewujudkan DPK GMNI SAINTEK UNESA sebagai ruang kaderisasi Marhaenis yang progresif, kritis, dan berintegritas, dengan mengintegrasikan ideologi, intelektualitas, dan penguasaan ilmu pengetahuan alam serta teknologi sebagai alat perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Zakky.
La Nyalla Dorong Mahasiswa Tetap Kritis terhadap Persoalan Kebangsaan
Dalam arahannya, La Nyalla menempatkan idealisme mahasiswa sebagai modal penting dalam mengawal persoalan kebangsaan. Ia meminta kader GMNI tetap kritis terhadap kebijakan dan perkembangan politik nasional, termasuk menyangkut konstitusi.
Ia secara khusus mendorong mahasiswa untuk terus menyuarakan kritik terhadap perubahan UUD 1945. Menurut dia, persoalan konstitusi perlu menjadi bagian dari perhatian dan perjuangan mahasiswa.
“Jangan lupa untuk terus lantang bersuara tentang perubahan UUD 1945. Sebagaimana yang saya sampaikan, perubahan tersebut telah mencapai 97 persen dari yang semestinya. Ini menjadi hal yang perlu terus dikritisi dan diperjuangkan,” kata La Nyalla.
Selain sikap kritis, ia mengingatkan pentingnya menjaga etika ketika terlibat dalam aktivitas politik. Mahasiswa, menurut dia, harus mampu mempertahankan kejernihan berpikir dan tidak mengorbankan prinsip demi kepentingan tertentu.
“Sebisa mungkin berpolitiklah dengan etika, sesuai dengan norma dan hakikat kepentingan rakyat. Kita ini mahasiswa, yang seharusnya masih menjaga idealisme dan kejernihan dalam melihat persoalan politik. Jangan sampai kita ikut mengotori tangan dengan praktik-praktik politik yang kotor,” tegasnya.
La Nyalla juga menekankan bahwa perjuangan tidak selalu harus dimulai melalui gerakan besar. Diskusi dan forum kecil tetap memiliki arti selama menjadi ruang untuk mempertahankan nilai kebenaran.
“Terus perjuangkan nilai-nilai kebenaran, sekecil apa pun itu, bahkan jika hanya dalam forum-forum kecil. Tidak ada sesuatu yang sia-sia, sekecil apa pun langkah yang kita lakukan. Perubahan selalu dimulai dari hal-hal kecil,” ujarnya.
Susun Tujuh Bidang untuk Perkuat Gerakan Organisasi
Rapat kerja menjadi tahapan penting bagi kepengurusan baru untuk menerjemahkan visi organisasi ke dalam program yang terarah. DPK GMNI SAINTEK UNESA menetapkan tujuh bidang kerja, meliputi Kaderisasi dan Ideologi; Riset, Sains, dan Teknologi; Politik; Media, Agitasi dan Propaganda; Kewirausahaan; Kesarinahan; serta Keorganisasian.
Setiap bidang memaparkan rencana kegiatan yang akan menjadi landasan pelaksanaan agenda komisariat.
Pembagian tersebut diharapkan membuat kerja organisasi lebih terstruktur, mulai dari pembentukan karakter kader hingga pengembangan kemampuan akademik dan penguatan komunikasi gerakan.
Kehadiran bidang Riset, Sains, dan Teknologi juga mencerminkan upaya komisariat untuk membawa kompetensi mahasiswa ke dalam ruang perjuangan sosial. Pengetahuan ilmiah dan penguasaan teknologi diharapkan dapat digunakan untuk membaca persoalan secara kritis serta merumuskan pendekatan yang relevan bagi masyarakat.
DPK GMNI SAINTEK UNESA terbentuk melalui Musyawarah Komisariat pada 3 Oktober 2026 di Gedung Dewan Kesenian Surabaya.
Dengan pelantikan pengurus dan penyusunan program kerja, organisasi tersebut kini memasuki tahap awal untuk membangun kaderisasi yang menggabungkan ideologi, kapasitas intelektual, dan keberpihakan kepada rakyat.
Bagi kepengurusan baru, tantangan berikutnya adalah memastikan visi tersebut terwujud dalam kerja nyata.
Konsistensi kaderisasi, kualitas program, serta kemampuan merespons persoalan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah gerak komisariat ke depan.
Editor : Alim Kusuma