Pemprov Jatim Siapkan 600 Bed di BPSDM untuk Observasi ODP Corona

Gubernur Jatim Khofifah didampingi Kepala BPSDM Prov Jatim Aries Agung Paewai melihat kesiapan tempat untuk observasi Covid-19 (Foto: tudji)

Infonews.id | Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan tersedia sebanyak 600 bed / tempat tidur untuk keperluan observasi pasien kategori Orang Dalam Pemantauan (PDP) Corona atau Covid-19, yakni di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Jalan Balongsari Tama di Surabaya.

Didampingi Kepala BPSDM Aries Agung Paewai, Kepala Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 dr Joni Wahyuhadi dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi Gubernur Khofifah melihat langsung kesiapan kamar-kamar di BPSDM yang siap digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Ini (BPSDM), salah satu yang kita siapkan untuk ruang observasi. Bed yang siap ada 350. Kalau hall yang diatas ada 100 bad lagi, jadi total ada 450 bed, untuk BPSDM Surabaya. Sementara, BPSDM di Malang ada 150. Jadi BPSDM saja sudah siap 600 bed," kata Gubernur Khofifah, Selasa (23/3/2020). 

Sementara dr Joni menambahkan untuk tenaga medis dan paramedis juga siap, tinggal menyesuaikan kebutuhan.

"Sistemnya berbeda dengan rumah sakit. Untuk tenaga medis dan paramedis bisa dilaksanakan berkala untuk memonitor pasien ODP, yang umumnya mereka sehat," katanya. 

Gubernur Khofifah menambahkan, peran penting lainnya di lokasi observasi ODP adalah asupan gizi yang cukup serta olahraga bagi pasien yang nantinya berada di tempat itu.

"Peran asupan gizi yang cukup itu hal penting. Termasuk olahraga itu menjadi kesatuan paket untuk kebutuhan observasi. Serta ditunjang keberadaan tim motivator. Makanya tadi kita juga melihat sarana olahraga yang ada di tempat ini, sangat memadai," terangnya.

Aries Agung, menambahkan BPSDM yang dipakai menjadi salah satu lokasi observasi kesiapannya telah dilakukan dengan matang. Disebutkan, untuk ruangan dan fasilitas lainnya sangat memungkinkan. Termasuk sarana olahraga dan lainnya.

"Kelengkapan dan fasilitas telah memadai. Karena ini untuk kesehatan, kita tingkatkan sterilisasi sebagai kebutuhan tempat observasi. Lingkungannya juga sehat, dengan ditunjang fasilitas olahraga dan refresing yang diharapkan untuk bisa kembali sehat lagi," kata Aries. 

Masih kata Aries, dipakainya BPSDM untuk keperluan observasi Covid-19 seiring dengan Keputusan Kepala LAN, yang kebetulan saat ini untuk proses pembelajaran di badan Diklat itu dilakukan dengan jarak jauh.[]

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait