Minggu, 02 Agu 2026 20:03 WIB

Gubernur Khofifah Dampingi Menko AHY Resmikan 166 Rumah Layak Huni di Gresik

Gubernur Khofifah dampingi Menteri Agus Harimurti meresmikan Program Pengentasan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu di Gresik (IN/PHOTO: HUMAS)
Gubernur Khofifah dampingi Menteri Agus Harimurti meresmikan Program Pengentasan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu di Gresik (IN/PHOTO: HUMAS)

GRESIK, INFONews.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Program Pengentasan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026).

 

Program yang dibiayai Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu (DAK-TPPKT) Tahun Anggaran 2025 itu berhasil mewujudkan 166 unit rumah layak huni. Rinciannya meliputi 69 unit pembangunan baru relokasi, 33 unit pembangunan baru in situ, 43 unit peningkatan kualitas rumah, dan 21 unit yang dibangun melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia.

 

Selain rumah, kawasan seluas 7,11 hektare ini dilengkapi infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, tandon air, sambungan air bersih rumah tangga, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Program ini memberikan manfaat langsung bagi 288 kepala keluarga atau sekitar 1.152 jiwa, dengan luas tanah 6x10 meter dan luas bangunan 6x7 meter per unit.

 

“Alhamdulillah, hari ini masyarakat Desa Campurejo bisa merasakan langsung manfaat nyata dari sinergi dan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta,” ujar Gubernur Khofifah. “Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih layak huni, aman, sehat, resik, dan indah (ASRI).”

 

Dari total 166 unit, 145 unit dibiayai DAK-PKKT, sedangkan 21 unit sisanya berasal dari dukungan CSR. Khofifah menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi contoh pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

 

“Kami bersyukur masyarakat kini memiliki rumah dan lingkungan yang lebih layak dan tertata. Semoga kawasan ini bisa menjadi contoh bagaimana kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Terima kasih Pakuwon Group dan Habitat for Humanity Indonesia,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah dan Menko AHY berdialog dengan warga yang telah menempati rumah hasil pembangunan dan revitalisasi. Khofifah mengaku terharu mendengar ungkapan syukur warga.

 

“Saya sempat menyapa beberapa keluarga. Saya merasa terharu ketika mereka menyampaikan terima kasih karena kini memiliki tempat tinggal yang jauh lebih layak. Perubahannya luar biasa. Bukan hanya rumah yang dibangun atau direnovasi, tetapi juga jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, hingga pengelolaan sampah,” jelasnya.

 

Menko AHY menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain menjadi salah satu provinsi penerima DAK-TPPKT 2025 di lima lokasi (Gresik, Lumajang, Mojokerto, Pasuruan, dan Madiun), Pemprov Jatim juga memberikan dukungan APBD untuk memperkuat penanganan di Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan.

 

“Saya mengapresiasi Ibu Gubernur. Selain lima lokasi yang mendapatkan dukungan DAK, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan dukungan tambahan melalui APBD. Ini menunjukkan komitmen yang kuat agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati hunian yang layak,” kata AHY.

 

Ia menegaskan, program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ini adalah bukti bahwa negara hadir, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah hadir untuk masyarakat yang kita cintai. Kita ingin memastikan kualitas hidup masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu.”

 

Salah satu penerima manfaat, Imam Hamsori, mengaku sangat bersyukur. “Dulu rumah saya kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau hujan, air masuk ke dalam rumah. Sekarang alhamdulillah sudah memiliki rumah yang layak huni. Lingkungan kami yang dulu kumuh kini jauh lebih rapi dan nyaman. Warga menjadi semakin akrab, suasana kampung juga lebih tertib dan sejuk,” tuturnya.

 

Program di Desa Campurejo menjadi bukti bahwa sinergi lintas pihak mampu mengubah kawasan kumuh menjadi lingkungan yang tertata, sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (*)

Editor : Tudji Martudji