INFOnews.id | Surabaya - Tentara Nasional Republik Indonesia (TNI) sudah berusia 76 tahun, tepat di 5 Oktober 2021. Di usianya yang sudah melebihi setengah abad ini.
TNI berhasil melahirkan sejumlah pasukan yang mempunyai daya juang tinggi. Di antaranya adalah pasukan elit, yang kemampuannya atau kiprahnya tidak diragukan lagi baik tingkat nasional maupun dunia internasional.
Dilansir PortalJember.com dari video diunggah di kanal YouTube Flasma Pictures berikut ini pasukan elit Indonesia yang disegani oleh dunia.
RAIDER
Resmi berdiri pada 22 Desember 2003 berawal dari gagasan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Ciri khas dari Batalion Rider adalah perang anti-gerilya, perang berlarut, dan perang modern.
Batalion ini setara kekuatan tiga batalion infanteri biasa. Pasukan ini telah dirancang untuk memiliki tiga kemampuan berikut,
a. Kemampuan pasukan anti-gerilya dengan mobilitas yang tinggi
b. Kemampuan pasukan anti-teroris dengan pertempuran jarak dekat.
c. Kemampuan pertempuran berlarut atau jangka panjang.
KOPASSUS
Berdiri sejak 16 April 1952, dan memiliki semboyan “Lebih Baik Pulang Nama Daripada Gagal di Medan Laga”.
Satuan Baret Merah ini merupakan pasukan elit dari TNI AD serta selalu menekankan pada bekerja dengan prinsip dan kehormatan sebagai dasar.
Terbagi menjadi 3 grup, grup 1 dan 2 merupakan Pasukan Komando, dan grup 3 adalah Pasukan Intelijen.
Dibentuk pada 30 Juni 1982 dan merupakan satuan di KOPASSUS yang kemampuannya setara dengan Grup KOPASSUS.
Pasukan yang memiliki moto Siap Setia Berani ini merupakan spesialis perang kota, penanggulangan teroris, dan semacamnya. Saat ini telah berganti namanya menjadi Satuan 81 Kopassus.
KOPASKA
Merupakan kepanjangan dari Komando Pasukan Katak dan berdiri sejak 31 Maret 1962.
Pasukan yang memiliki julukan Pasukan dari Neraka ini memiliki moto “Tan Hana Wighna Tan Sirna” yang artinya “Tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi”.
Komando bagian TNI AL ini berperan untuk melakukan Operasi Amphibi seperti Beach Clearing, Operasi khusus seperti Combat SAR, dan Operasi tambahan seperti Underwater Salvage.
Kepanjangannya adalah Batalyon Intai Amfibi yang merupakan pasukan elit TNI AL.
Didirikan sejak 13 Maret 1961 dan memiliki semboyan “Maya Netra Yamadipati” yang artinya “Begerak cepat, mematikan, dan tak terlihat”. Berperan pada operasi pendaratan Amphibi, dan sebagai penyedia kekuatan.
DENJAKA
Merupakan kepanjangan dari Detasemen Jalamangkara dan berdiri pada 4 November 1984.
DENJAKA bertugas di bagian anti-teror seperti intelijen, kontra-intelijen, anti sabotase pesawat atau kapal laut, dan sebagainya.
Pasukan ini merupakan bagian dari TNI AL.
PASKHAS
Berdiri sejak 17 Oktober 1947, PASKHAS merupakan kepanjangan dari Korps Pasukan Khas.
Pasukan ini merupakan bagian dari TNI AU dan berperan pada operasi pertahanan udara, pasukan terjun payung, SAR tempur, pendaratan pesawat, dan sebagainya.
Dulunya bernama Den Bravo-90, dan mulai aktif sejak 12 Februari 1990.
Pasukan bagian TNI AU ini berperan pada operasi anti sabotase pesawat, bandara, intelijen dan kontra-intelijen. Satuan Bravo 90 ini memiliki moto “Catya Wihikan Awacyama” yang artinya “Setia, terampil, dan berhasil.”
DEN HARIN
Pasukan ini dikenal sebagai pasukan pelindung Soekarno kala itu sekitar 1986. Sampai saat ini pasukan yang sangat rahasia dan tidak diketahui secara pasti siapa saja anggotanya.
Bahkan, antar personil tidak saling mengenal nama dan latar belakang.
Resmi didirikan pada 26 Agustus 2004 dan merupakan kepanjangan dari Detasemen Khusus 88.
Pasukan ini adalah bagian dari Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia (POLRI).
Spesialisasi dari Densus 88 adalah operasi anti-teror seperti penyandraan, ancaman bom, dan sebagainya. (net/roy/tji/red)
Editor : Tudji Martudji