Solidaritas Diaspora Bantu Pemulangan Jenazah PMI Blitar dari Turki

Reporter : Bintang Putra
Jenazah Endang Susilowati, PMI asal Blitar yang meninggal di Turki akibat kanker, berhasil dipulangkan berkat solidaritas diaspora Indonesia. INPhoto/Bintang Putra

BLITAR, iNFONews.ID - Jenazah Endang Susilowati (39), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Gondang, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tiba di kampung halaman setelah meninggal dunia di Istanbul, Turki, pada Senin (19/10/2026). 

Pemulangan almarhumah terlaksana berkat dukungan komunitas diaspora Indonesia, koordinasi sejumlah pihak, serta penggalangan dana yang rampung dalam waktu kurang dari 48 jam.

Baca juga: Pj. Gubernur Adhy Salurkan Air Bersih untuk Dua Desa Terdampak Kemarau di Kabupaten Blitar

Endang meninggal setelah menjalani perawatan akibat kanker payudara dan kanker paru-paru stadium akhir di Özel Avcılar Anadolu Hastanesi, Istanbul. Kepergiannya mengundang kepedulian sesama warga Indonesia di Turki yang bergerak membantu agar jenazahnya dapat kembali ke keluarga di Blitar.

Proses pemulangan melibatkan sejumlah tahapan administratif dan teknis. Jenazah terlebih dahulu menjalani pengawetan di Stasiun Tahnit Küçükçekmece, kemudian dipersiapkan menggunakan peti ganda kedap udara sesuai standar pengangkutan udara internasional.

Dokumen perjalanan jenazah juga diurus melalui koordinasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul. 

Setelah seluruh persiapan rampung, jenazah diterbangkan menggunakan Turkish Airlines menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur dengan pendampingan pihak terkait.

Pemulangan Endang tidak lepas dari gerak cepat komunitas diaspora Indonesia di Turki. Masyarakat Indonesia Istanbul (MII) yang dipimpin Sari Rusmiati bersama Paguyuban Jegeg Bagus Bali di bawah pimpinan Ni Made Trisnawati menginisiasi penggalangan dana darurat untuk membiayai proses pemulangan.

Dana yang dibutuhkan berhasil terkumpul dalam waktu kurang dari 48 jam. Dukungan tersebut membantu memenuhi kebutuhan pemulangan jenazah lintas negara yang melibatkan pengurusan dokumen, persiapan jenazah, hingga transportasi menuju Indonesia.

Di lapangan, Joko Pramono bersama Eko dan Erwan berperan mengoordinasikan proses pemulangan. Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak di Indonesia untuk memastikan perjalanan jenazah hingga tiba di kampung halaman berjalan lancar.

Baca juga: BPBD Jatim Terjunkan Personel TRC dan Kirim Dukungan Logistik Dapur Umum

Perwakilan tim konsolidasi menyebut komunikasi lintas elemen menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran proses tersebut. 

Dukungan juga datang dari anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono dan anggota DPRD Kabupaten Blitar Didik Budianto, terutama dalam menjembatani pengurusan administrasi dengan pemerintah desa dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Blitar.

Pengurusan dokumen kependudukan, termasuk akta kematian, menjadi bagian dari rangkaian administrasi yang perlu diselesaikan setelah Endang meninggal di luar negeri.

Suasana haru menyelimuti rumah duka di Dusun Sanan, Desa Gondang, saat jenazah Endang tiba menggunakan ambulans. Kedua orang tuanya, Mulsiah dan Mulkardji, tak kuasa menahan tangis ketika menyambut kepulangan putri mereka.

Baca juga: Dua Orang Meninggal Dunia Tertimbun Tanah Longsor di Kabupaten Blitar

Winarno, kakak kandung Endang, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses pemulangan, mulai dari komunitas diaspora di Turki hingga instansi dan tokoh masyarakat di Indonesia.

“Kami tidak mampu membalas satu per satu ketulusan Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Terima kasih sebesar-besarnya atas pengorbanan waktu dan tenaga hingga adik kami dapat diantarkan ke peristirahatan terakhirnya dengan layak di tanah kelahirannya,” ujar Winarno.

Bagi keluarga, bantuan berbagai pihak menjadi berarti di tengah masa kehilangan. Kepulangan Endang memungkinkan keluarga melepas kepergiannya di kampung halaman, setelah ia menjalani masa-masa terakhir hidupnya di negeri orang.

Endang kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Blitar. Di balik kepulangan yang diselimuti duka, proses pemulangan itu juga memperlihatkan peran solidaritas diaspora Indonesia dalam membantu sesama warga negara yang menghadapi situasi sulit di luar negeri.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru