Di Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-81 Provinsi Jatim di Gedung DPRD Jatim

Menteri Pertanian Amran Sulaiman Puji Keberhasilan Sektor Pertanian Jawa Timur

Reporter : Tudji Martudji
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai berbicara di Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, di Gedung DPRD Jatim (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, INFONews.ID — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja sektor pertanian Jawa Timur yang dinilai berkembang sangat pesat dan menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Mentan Amran menegaskan bahwa kolaborasi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, DPRD Jatim, serta para petani menjadi kunci keberhasilan peningkatan produktivitas pangan di wilayah ini.

 

“Jawa Timur luar biasa, berkembang sangat pesat khususnya sektor pertanian. Nomor satu produksi padi, jagung, tebu, telur, ayam, hingga susu juga nomor satu. Pertanian Jawa Timur adalah yang terbaik di seluruh Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Keberhasilan Pertanian di Jawa Timur

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Oktober 2026, potensi produksi padi Jawa Timur periode Januari–November 2026 diperkirakan mencapai 10.240.964 ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini tumbuh 2,84 persen atau bertambah 283.131 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2025 (9.957.833 ton GKG).

Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai produsen padi terbesar di Indonesia, mengungguli Jawa Barat dan Jawa Tengah. Produksi beras juga meningkat menjadi sekitar 5,91 juta ton.

Pusat Pembibitan Unggas Terbesar

Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp3 triliun serta merencanakan pembangunan pusat Grand Parent Stock (GPS) unggas terintegrasi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Fasilitas ini dirancang sebagai sumber pasokan bibit ayam untuk memenuhi kebutuhan peternakan di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional dan mendukung program hilirisasi ayam terintegrasi.

Pengembangan Sektor Gula dan Tebu

Pengembangan komoditas tebu di Jawa Timur dinilai menjadi penentu utama percepatan swasembada gula nasional. Sekitar 50 persen kebun tebu nasional berada di Jatim, dan sekitar 70 persen dari target perluasan lahan tebu nasional dialokasikan di wilayah ini. Keberhasilan Jatim sangat menentukan target penghentian impor gula putih.

Dominasi Petani Milenial

Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah petani milenial (usia 19–39 tahun) tertinggi di Indonesia, mencapai 971.102 orang atau sekitar 15,71 persen dari total petani milenial nasional (data Sensus Pertanian 2023).

Kehadiran generasi muda yang adaptif terhadap teknologi menjadi kunci keberlanjutan dan modernisasi sektor pertanian, termasuk melalui program seperti Jatim Agrohub.

Optimisme Swasembada Pangan Berkelanjutan

Melalui percepatan program modernisasi pertanian, penguatan irigasi, mekanisasi (alsintan), hilirisasi, serta dukungan anggaran dan infrastruktur dari pemerintah pusat, Kementerian Pertanian optimistis stabilitas dan swasembada pangan nasional akan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Mentan Amran juga memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman dan langkah antisipasi terhadap potensi kemarau panjang serta El Niño telah disiapkan.

"Keberhasilan Jawa Timur ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, dan petani mampu mendorong produktivitas tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," tegasnya.

Mentan Amran berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar Jawa Timur semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional. (*)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru