SIDOARJO, INFONEWS.ID - Sebanyak 112 santri Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Para santri, baik laki-laki maupun perempuan, mengalami keluhan kesehatan secara hampir bersamaan. Gejala yang dilaporkan antara lain pusing dan mual.
Baca juga: Kasus HIV Ibu Hamil di Sidoarjo, Kemenkes Genjot Tes Dini
Camat Tanggulangin Arie Prabowo membenarkan kejadian santri keracunan MBG tersebut. Menurut dia, jumlah santri yang terdampak masih dapat berubah seiring proses pendataan dan pemeriksaan oleh petugas.
"Untuk sementara korban 112 orang," kata Arie saat dikonfirmasi.
Sejumlah santri yang mengalami gejala kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD RT Notopuro Sidoarjo.
Sementara santri dengan gejala lebih ringan mendapat penanganan dan pemantauan di lingkungan pondok pesantren.
Dugaan Mengarah ke Menu MBG
Dugaan sementara mengarah pada makanan yang disajikan dalam program MBG, khususnya salah satu lauk atau sayuran dalam menu makan siang.
Seorang santriwati, Yanti, mengaku melihat kondisi sayur buncis yang menurutnya tidak layak dikonsumsi. Ia memilih tidak menyantap sayuran itu.
"Menu makan siangnya tadi ada sayur buncis yang seperti basi," ujarnya.
Baca juga: Pendidikan dalam Cengkeraman Populisme: Saat Kesejahteraan Pendidik Dikesampingkan
Kesaksian tersebut menjadi salah satu informasi awal yang diperiksa petugas. Namun, kondisi makanan secara kasatmata belum dapat menjadi dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan para santri.
Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama puskesmas setempat telah diterjunkan untuk membantu penanganan medis sekaligus mengambil sampel makanan.
Sampel itu selanjutnya akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan para santri mengalami gejala secara bersamaan.
Bupati Pantau Penanganan
Bupati Sidoarjo Subandi juga mendatangi Ponpes Manba’ul Hikam pada Selasa malam. Ia memantau langsung kondisi para santri serta penanganan medis yang dilakukan petugas.
Baca juga: Jangan Bohongi Presiden RI
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan santri yang membutuhkan perawatan mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Hingga Selasa malam, penyebab pasti gangguan kesehatan massal di Ponpes Mahika belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Karena itu, dugaan makanan MBG sebagai sumber keracunan masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan resmi.
Editor : Alim Kusuma