604 Mahasiswa Unusa KKN di Surabaya, Fokus Hadirkan Solusi Berkelanjutan

Reporter : Ali Masduki
Unusa menerjunkan 604 mahasiswa KKN di Surabaya untuk mengembangkan solusi berbasis kebutuhan warga, literasi digital, dan kesehatan masyarakat. INPhoto/Humas Unusa

SURABAYA, INFONEWS.ID - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menerjunkan 604 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 di berbagai wilayah Kota Surabaya. Selama lebih dari dua pekan, para mahasiswa akan menjalankan program yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat, mulai dari peningkatan kesehatan, penguatan literasi, hingga pengembangan bisnis digital berbasis kebutuhan warga.

Mahasiswa akan ditempatkan di lima kecamatan, tujuh kelurahan, dan 42 Rukun Warga (RW). Mereka berasal dari 12 program studi, yakni S1 Keperawatan, S1 Pendidikan Dokter, S1 Kebidanan, S1 Gizi, S1 Kesehatan Masyarakat, D-IV Analis Kesehatan, S1 Sistem Informasi, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 PGSD, S1 PG PAUD, serta S1 Pendidikan Bahasa Inggris.

Baca juga: Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Ratusan Juta, Pacu Mutu Nakes

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., menegaskan KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat.

"Kami ingin setiap kelompok meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat. Karena itu hasil KKN tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus, tetapi menjadi dasar riset, pengabdian dosen, hingga pengembangan program KKN berikutnya," ujarnya saat pelepasan peserta KKN, Jumat (24/7).

Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi, memberdayakan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Pelaksanaan KKN tahun ini mengusung pendekatan kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa lintas disiplin ilmu dalam setiap kelompok. Skema tersebut dirancang agar solusi yang dihasilkan lebih komprehensif dan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Wakil Rektor III Unusa, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., menjelaskan seluruh lokasi penugasan telah dipetakan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya. Hasil kegiatan mahasiswa nantinya akan ditindaklanjuti melalui berbagai program pengembangan.

Baca juga: Lewat Rumah Sakit dan Pengabdian Warga, UNUSA Diakui Dunia

"Jadi bukan hanya setelah KKN selesai, kami akan menindaklanjuti lewat program-program keberlanjutan," katanya.

Mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Melalui Transformasi Kesehatan, Pendidikan dan Bisnis Digital Berkelanjutan", KKN Unusa 2026 juga menghadirkan inovasi Program TIBA (Titik Baca) dari Perpustakaan Unusa.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses bahan bacaan digital menggunakan QR Code yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tema kegiatan di masing-masing wilayah. Pada lokasi tertentu, Unusa juga akan menyediakan pojok baca dengan koleksi buku cetak untuk memperkuat budaya literasi.

Baca juga: Dipercaya Dunia, UNUSA Ambil Peran Strategis di Forum Health Tourism Global

Ketua Pelaksana KKN Unusa, Dr. Gilang Nugraha, mengatakan seluruh temuan selama pelaksanaan KKN akan didokumentasikan dan dievaluasi sebagai bahan pengembangan riset dosen, program pengabdian kepada masyarakat, serta penyempurnaan pelaksanaan KKN pada tahun berikutnya.

"Dengan demikian, KKN di Unusa dirancang menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui program tersebut, Unusa berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di tengah masyarakat, tetapi juga mengasah kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi lintas disiplin, serta melahirkan inovasi yang mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru