Selasa, 20 Okt 2026 16:21 WIB

Dahsyat! Marinir Indonesia dan ADF Gempur Sasaran dalam Latgabma Keris Woomera 2026

  • Prajurit Brigif 2 Marinir bersiap menembakan sejata pelncur Geranat RPG-7 pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo, Selasa (20/10/2026). INPHoto / Ainul Yakin

    Prajurit Brigif 2 Marinir bersiap menembakan sejata pelncur Geranat RPG-7 pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo, Selasa (20/10/2026). INPHoto / Ainul Yakin

  • Pesawat serbu Tucano menembakan rudal pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

    Pesawat serbu Tucano menembakan rudal pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

  • Roket MLRS Vampire mlik Korps Marinir TNI AL menembakan rudal pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

    Roket MLRS Vampire mlik Korps Marinir TNI AL menembakan rudal pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

  • Senjata Roket M142 HIMARS milik Australia menembakan rudal pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

    Senjata Roket M142 HIMARS milik Australia menembakan rudal pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

  • Penembakan Meriam Howitser 105 Mm milik Korps Marinir Indo nesia pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

    Penembakan Meriam Howitser 105 Mm milik Korps Marinir Indo nesia pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

  • Penembakan meriam Howitzer kaliber 105 milimeter milik ADF pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

    Penembakan meriam Howitzer kaliber 105 milimeter milik ADF pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

  • Penembakan senjata peluncur Roket RPG - 7 milik Korps Marinir TNI AL pada emonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

    Penembakan senjata peluncur Roket RPG - 7 milik Korps Marinir TNI AL pada emonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

  • Penembakan senjata rudal anti tank Javelin FGM-148 milik Australia pada emonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

    Penembakan senjata rudal anti tank Javelin FGM-148 milik Australia pada emonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo.

  • Sasaran meledak terkena gempuran senjata pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo, Selasa (20/10/2026).

    Sasaran meledak terkena gempuran senjata pada demonstrasi CALFEX Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo, Selasa (20/10/2026).

SITUBONDO, iNFONews.ID - Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan puncak penembakan amunisi tajam yang mengintegrasikan berbagai kecabangan dan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dalam Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).

Latihan tersebut menyimulasikan operasi penyerbuan terhadap daerah yang dikuasai musuh dengan mengerahkan kekuatan tempur gabungan TNI dan Australia. Berbagai alutsista dikerahkan secara terpadu untuk menghancurkan sasaran sekaligus menguji kemampuan, koordinasi, dan interoperabilitas kedua negara.

Kekuatan tempur yang dilibatkan meliputi serangan udara menggunakan pesawat serbu Tucano, meriam MLRS Vampire milik Korps Marinir, sistem roket M142 HIMARS milik Australia, serta meriam Howitzer kaliber 105 milimeter dari kedua negara.

Selain itu, latihan juga melibatkan Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) RPG-7 milik Korps Marinir Indonesia dan rudal anti tank Javelin FGM-148 milik Australia.

Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro menyampaikan bahwa melalui latihan puncak ini, prajurit kedua negara khususnya prajurit Yonif 1 Marinir menguji keterpaduan berbagai unsur tempur dalam mendukung operasi gabungan, mulai dari penggunaan kekuatan udara hingga dukungan tembakan Artileri dan Senjata Bantuan Infanteri.

“Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia-Australia, serta meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam melaksanakan operasi gabungan menghadapi berbagai tantangan tugas,” jelas Komandan Brigif 2 Marinir.

Editor : Alim Kusuma