Selasa, 20 Okt 2026 15:27 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026 dari BAZNAS RI

Gubernur Khofifah menerima penghargaan Grand Zakat Award 2026 kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik (IN/PHOTO: HUMAS)
Gubernur Khofifah menerima penghargaan Grand Zakat Award 2026 kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik (IN/PHOTO: HUMAS)

JAKARTA, INFONews.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Grand Zakat Award 2026 kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Penghargaan itu diserahkan kepada Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, R. Heru Wahono Santoso, yang mewakili Gubernur Khofifah di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, minggu lalu.

BAZNAS RI memberikan apresiasi atas komitmen Gubernur Khofifah dalam memperkuat pengelolaan zakat guna memberdayakan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Gubernur Khofifah, capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. “Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi bersama BAZNAS serta seluruh pihak yang selama ini berkomitmen memperkuat pengelolaan zakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Jatim bersama BAZNAS Jatim terus mengoptimalkan penyaluran zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro mustahik, termasuk masyarakat kurang mampu, miskin, dan anak yatim. Bantuan berupa rombong, peralatan usaha, dan dukungan modal diharapkan menjadi bekal bagi penerima untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

“Kami bersama Baznas Jatim terus berkomitmen mengoptimalkan dan menyalurkan zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro mustahik,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur berharap sinergi pemerintah, BAZNAS, dan berbagai elemen masyarakat terus terjaga agar manfaat zakat semakin luas. “Harapan kita, zakat tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan untuk memperkuat kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup mereka ke depan,” tuturnya.

Khofifah menilai zakat memiliki potensi besar untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pengelolaan zakat perlu diperkuat melalui kolaborasi agar penyalurannya menjangkau kebutuhan masyarakat secara optimal.

Salah satu wujud pemanfaatan zakat adalah penyerahan bantuan 1.000 kacamata gratis bagi guru PAUD, TK/RA, dan TPQ dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Program tersebut dinilai menerapkan pendekatan human development index. “Menurut saya, program pemberian bantuan secara langsung kepada masyarakat ini sangat komprehensif. Pendekatannya betul-betul human development index approach,” ucapnya.

Selain itu, Pemprov Jatim dan BAZNAS Jatim juga meluncurkan aplikasi HaloBAZ Jatim untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan BAZNAS.

Khofifah menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berbagi. “Kami akan terus berikhtiar menguatkan keimanan bersama BAZNAS. Kalau kita tidak saling mengingatkan dan diingatkan tentang kewajiban zakat, infak, dan sedekah, saya khawatir kita lupa karena masing-masing memiliki kesibukan yang luar biasa,” katanya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan. “Zakat memiliki kekuatan besar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus terus kita perkuat agar manfaatnya semakin luas, tepat sasaran, dan mampu mendorong kemandirian para penerima manfaat,” pungkasnya. (*)

Editor : Tudji Martudji