Senin, 19 Okt 2026 21:42 WIB

Asah Naluri Tempur, Prajurit Marinir Indonesia Gempur Sasaran dengan Senbanif di Latgabma Keris Woomera 2026

  • Prajurit Korps Marinir Indonesia melaksanakan Latihan Menembak Sniper pada Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo, Senin (19/10/2026). INPHoto/ Ainul Yakin

    Prajurit Korps Marinir Indonesia melaksanakan Latihan Menembak Sniper pada Latgabma Keris Woomera 2026 di PLP 5 Marinir Situbondo, Senin (19/10/2026). INPHoto/ Ainul Yakin

  • Prajurit Korps Marinir Indonesia latihan menembak Senbanif Mortir 81 Mm pada Latgabma Keris Woomera 2026.

    Prajurit Korps Marinir Indonesia latihan menembak Senbanif Mortir 81 Mm pada Latgabma Keris Woomera 2026.

  • Prajurit Korps Marinir memeriksa alat bidik senjata Senbanif Mortir 81 Mm sebelum latihan menembak pada Latgamba Keris Woomera 2026.

    Prajurit Korps Marinir memeriksa alat bidik senjata Senbanif Mortir 81 Mm sebelum latihan menembak pada Latgamba Keris Woomera 2026.

  • Penembak Mortir bersiap untuk menembak pada Latgabma Keris Woomera 2026.

    Penembak Mortir bersiap untuk menembak pada Latgabma Keris Woomera 2026.

  • Prajurit Korps Marinir Indonesia menembakan Senbanif Mortir 81 Mm pada Latgabma Keris Woomera 2026.

    Prajurit Korps Marinir Indonesia menembakan Senbanif Mortir 81 Mm pada Latgabma Keris Woomera 2026.

  • Seniper Korps marinir Indonesia di koreksi perkenaan tembakan Sniper oleh prajurit ADF pada Latgabma Keris Woomera 2026.

    Seniper Korps marinir Indonesia di koreksi perkenaan tembakan Sniper oleh prajurit ADF pada Latgabma Keris Woomera 2026.

SITUBONDO, iNFONews.ID – Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir mengasah naluri tempur dan meningkatkan kemampuan menembak Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF) di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).

Latihan tersebut melibatkan penggunaan Senjata Bantuan Infanteri, di antaranya mortir kaliber 81 mm dan senapan runduk (sniper). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memelihara keterampilan menembak, meningkatkan kesiapan tempur, serta mempertajam kemampuan prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi.

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro menegaskan, latihan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan profesionalisme prajurit, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia melalui kerja sama pertahanan.

Menurut Komandan Brigif 2 Marinir, latihan menembak Senbanif menjadi sarana penting untuk mempertahankan kemampuan teknis sekaligus mengasah naluri tempur prajurit Korps Marinir, khususnya Yonif 1 Marinir, agar senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan tugas.

“Melalui Latgabma Keris Woomera 2026, prajurit Marinir diharapkan semakin terlatih, profesional, dan memiliki kesiapan operasional yang terjaga dalam mendukung tugas pertahanan negara,” tegas Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo.

Editor : Alim Kusuma