Selasa, 13 Okt 2026 15:22 WIB

Ning Lia Apresiasi Seniman Lokal Bersama Karya Lukisnya Dipamerkan di DPRD Jatim

Anggota DPD RI Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia (IN/PHOTO: IST)
Anggota DPD RI Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia (IN/PHOTO: IST)

SURABAYA, INFONews.ID – Anggota DPD RI Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia menyempatkan diri mengunjungi pameran seni lukis yang digelar Gerakan Perupa Antar Kota (GePrAK) tanggal 12-15 di lantai 1 Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (12/10/2026). 

Kehadiran Ling Lia berlangsung di sela-sela rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, dan menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas seniman lokal yang turut memeriahkan peringatan hari jadi provinsi. Bagi Ning Lia, karya seni bukan sekadar ekspresi kreativitas, melainkan cerminan identitas, kekayaan budaya, dan potensi masyarakat Jawa Timur yang perlu terus diberi ruang berkembang.

“Keren banget, terus berkarya ya,” sapa Ning Lia kepada salah seorang seniman bernama Lely sambil menikmati karya yang dipamerkan.

Selain lukisan bertema budaya, Ning Lia juga mencermati lukisan Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari. Kedua tokoh tersebut memiliki jejak penting dalam perjalanan bangsa, khususnya dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Sosok Gus Dur dikenal lekat dengan pemikiran toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang kerap terpinggirkan. Nilai-nilai itu, menurut Ning Lia, sejalan dengan semangat pembangunan humanis yang ia suarakan.

“Pemikiran Gus Dur yang menempatkan kemanusiaan sebagai nilai penting dalam kehidupan berbangsa juga relevan dengan upaya membangun Jawa Timur yang inklusif. Pembangunan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan infrastruktur, yakni kepedulian terhadap manusia, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk mengembangkan potensinya,” kata Senator asal Jatim tu.

Lanjut Ning Lia, kemajuan daerah tidak cukup diukur dari capaian ekonomi maupun pembangunan fisik. Kemajuan juga ditentukan dari sejauh mana pemerintah dan masyarakat memberi ruang bagi kreativitas, kebudayaan, serta potensi sumber daya manusia.

“Jawa Timur memiliki banyak potensi, termasuk kreativitas para seniman. Karya-karya mereka perlu diapresiasi dan diberi ruang agar semakin berkembang serta dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, menurutnya, menjadi kesempatan memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Para seniman, pelaku budaya, generasi muda, akademisi, hingga komunitas memiliki peran penting dalam membangun daerah sesuai bidang dan potensinya masing-masing.

Dia menyebut Jawa Timur sebagai bangunan politik humanis yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi kepemimpinan, keberlanjutan pembangunan, dan keberpihakan kepada masyarakat. Pembangunan, katanya, tidak semata-mata berorientasi pada angka, tetapi harus menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi sinergi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Menurutnya, kepemimpinan yang kolaboratif dan inklusif dibutuhkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

“Kita melihat bagaimana pasangan pemimpin di Jawa Timur bekerja secara kolaboratif, inklusif, dan benar-benar menyikapi berbagai persoalan masyarakat secara menyeluruh,” tegasnya. (*)

Editor : Tudji Martudji