Selasa, 13 Okt 2026 15:22 WIB

Lia Istifhama: Jawa Timur Bangunan Politik Humanis, Momentum HUT ke-81 untuk Perkuat Kolaborasi dan Keberpihakan

Anggota DPD RI Lia Istifhama usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Jatim (IN/PHOTO: IST)
Anggota DPD RI Lia Istifhama usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Jatim (IN/PHOTO: IST)

SURABAYA, INFONews.ID – Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai Jawa Timur sebagai bangunan politik humanis yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi kepemimpinan, keberlanjutan pembangunan, dan keberpihakan kepada masyarakat. Ia menyampaikan pandangan itu usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Menurut Lia, yang akrab disapa Ning Lia, kemajuan daerah tidak semata diukur dari angka, melainkan dari kerja bersama yang manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Momentum HUT ke-81, katanya, menjadi pengingat sekaligus pijakan untuk terus bergerak maju.

“Semangat Hari Jadi ke-81 ini harus menjadi pijakan untuk terus bergerak maju. Apa yang sudah dibangun para pendahulu perlu kita lanjutkan dengan ide-ide baru dan kerja nyata, terutama dari generasi muda,” ujarnya.

Ning Lia menekankan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada keberhasilan individu atau capaian administratif. Pembangunan harus menyatukan berbagai potensi daerah agar menghasilkan manfaat yang lebih luas. Ia mendorong Jawa Timur memperkuat pembangunan inklusif, mulai dari ekonomi perkotaan, sektor sosial dan keagamaan, hingga pertanian serta pemberdayaan masyarakat desa.

Ia mengapresiasi kolaborasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Sinergi keduanya dinilai mampu menjawab persoalan masyarakat secara menyeluruh.

“Kita melihat bagaimana pasangan pemimpin di Jawa Timur bekerja secara kolaboratif, inklusif, dan benar-benar menyikapi berbagai persoalan masyarakat secara menyeluruh,” kata Ning Lia.

Karakter humanis dalam pembangunan, menurutnya, harus tercermin dari kebijakan yang tidak berhenti di perencanaan, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Keberhasilan pembangunan diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Salah satu sektor strategis yang disorot adalah ketahanan pangan. Sebagai salah satu penyangga pangan nasional, Jawa Timur berperan penting dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto memperkuat kemandirian pangan Indonesia. Ning Lia mendukung penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Namun, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan program dan dampak jangka panjangnya terhadap petani harus menjadi perhatian utama.

Capaian lain yang perlu dipertahankan adalah penurunan angka kemiskinan ekstrem dan meningkatnya jumlah desa mandiri. Penguatan kemandirian desa, kata dia, berpotensi membuka peluang ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.

Bagi Ning Lia, peringatan HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh elemen untuk melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat.

“Pembangunan harus menyatukan potensi, membuka ruang bagi generasi muda, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. (*)

Editor : Tudji Martudji